Tag: Al Aqsa

Kata Shalahuddin al-Ayyubi Usai Membebaskan Al Aqsa

Kata Shalahuddin al-Ayyubi Usai Membebaskan Al Aqsa

KEZALIMAN Zionis Israel pertengahan September ini terhadap al-Aqsa, kembali mengingatkan kita akan penguasan penuh Islam terhadap situs suci ini, saat Dinasti Ayyubiyah, di bawah kepemimpinan Shalahuddin al-Ayyubi berhasil merebutnya.

Detik-detik kemenangan Shalahuddin al-Ayyubi dan bala tentaranya merebut kembali Masjid al-Aqsa, terekam dengan baik dalam sejarah. Setelah hampir 90 tahun, kiblat pertama umat Islam itu, berada di bawah cengkeraman Tentara Salib.

Pada 2 Oktober 1187 M/27 Rajab 582 H di malam Isra, Kota Yerusalem berhasil direbut oleh Shalahuddin. Semua bersujud syukur, termasuk pimpinan tertinggi Dinasti Ayyubiyah tersebut. Kerinduan akan al-Aqsa pun terobati.

Semua berbondong-bondong menuju masjid kebanggaan umat Islam tersebut untuk menyiapkannya sebagai tempat shalat. Masjid itu dibersihkan dari simbol-simbol kekufuran. Selama berada di kuasai Tentara Salib, al-Aqsa dijadikan sebagai istana dan pusat komando perang. Patung salib tegak berdiri di tiap sudut al-Aqsa. Belum lagi, puluhan babi yang dipelihara di lingkungan al-Aqsa.

“Kumandangkan iqamat,” titah Shalahuddin. Shalat yang pertama kali dilaksanakan di al-Aqsa setelah 90 tahun tak terjamah azan dan lantanunan ayat suci Alquran, adalah shalat Jumat.

Di hadapan para tentara, Qadi Muhyiddin bin Zaki ad-Din, menyampaikan khotbah Jumat yang penuh makna dan pesan-pesan suci. Ia menukilkan ayat ke-45 surah al-An’am sebagai pembuka pidatonya: “ Maka orang-orang yang zalim itu dimusnahkan sampai ke akar-akarnya. Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam.”

“Wahai segenap manusia, berbahagialah dengan ridha Allah SWT yang merupakan tujuan utama, Dia telah memudahkan untuk mengambalikan kembali Aqsa yang sirna dari umat yang tersesat. Ini adalah tanah air bapak kalian, Ibrahim AS dan lokasi Mi’raj Muhammad SAW, serta kiblat pertama kalian. Di sinilah Rasul shalat dengan para malaikat.

Beruntunglah para tentara, di tangan kalian telah nyata mu’jizat kenabian, dan tanda-tanda kemenangan Perang Badar, tekad seorang Abu Bakar, penaklukkan Umar, kehebatan tentara Utsman, kepiawaian Ali!

Kalian telah mengembalikan kejayaan Qadisiyah, peristiwa Yarmuk, Khaibar, untuk Islam. Allah SWT akan membalas jasa dan segala daya upaya yang kalian kerahkan untuk melawan musuh. Allah akan menerima darah para syahid dan menggantinya dengan surga kelak.

Bersyukurlah atas nikmat ini dan jaga selalu nikmat-Nya, inilah penaklukkan yang pintu-pintu langit dibuka untuknya. Wajah orang yang teraniaya kembali cerah, dan para malaikatnya pun bersuka cita. Mata para nabi dan rasul-Nya teduh kembali. Bukankah al-Aqsa adalah rumah yang dimulaiakan raja, dipuji para rasul, dan tersebut dalam empat kitab suci dari Tuhan kalian?

Pujilah Allah yang telah membimbing kalian atas apa yang tak mampu dilakukan generasi terdahulu, Dia menyatukan kalian yang tercerai berai, Dia pula menggantikan kata-kata yang “lalu dan konon” dengan kata “akan dan hingga”.

Sekarang, para malaikat langit akan meminta ampunan dan mendoakan doa terbaik untuk kalian. Pertahankan selalu anugerah dan jaga nikmat ini selalu dengan ketakwaan kepada Allah, yang dengan takwa itulah, siapapun akan selamat, dan barang siapa berpegang teguh dengan talinya akan terjaga.

Dan waspadailah kehadiran setan yang akan membisikkan di telinga kalian, bahwa kemenangan ini mutlak dari hunusan pedang, kehebatan kuda kalian di medan jihad. Padahal tidak karena “Kemenangan itu hanyalah dari sisi Allah. Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.” (QS al-Anfal [8]: 10) .[] sumber: republika.co.id

Bentrokan di Masjid Al Aqsa Berlanjut

Bentrokan di Masjid Al Aqsa Berlanjut

JERUSALEM — Bentrokan antara sejumlah warga Muslim dan polisi Israel di sekitar kompleks Masjid Al Aqsa, Jerusalem, memasuki hari kedua, Senin 14 September 2015. Bentrokan sudah dimulai Minggu pagi sehingga meningkatkan ketegangan di kota itu menjelang Tahun Baru Yahudi. Bentrokan yang berlanjut itu mendorong setidaknya tiga penangkapan. Demikian kata polisi.

“Saat polisi memasuki kompleks, para pemuda bertopeng melarikan diri ke dalam masjid dan melemparkan batu kepada pasukan,” kata sebuah pernyataan polisi.

Polisi mengatakan, mereka memasuki kompleks di puncak bukit itu demi memastikan bahwa para pemuda Muslim yang berkumpul di sana tidak melecehkan orang-orang Yahudi atau wisatawan selama jam kunjungan pagi. Situs itu menjadi tempat suci bagi orang Yahudi dan Muslim.

Pernyataan polisi itu menambahkan, tiga demonstran ditangkap dan kunjungan ke tempat itu berjalan seperti yang direncanakan. Kompleks Masjid Al Aqsa merupakan tempat tersuci ketiga dalam Islam dan dihormati oleh orang Yahudi sebagai Temple Mount (Bukit Kenisah).

Seorang wartawan AFP di luar pintu gerbang melihat seorang pengunjung Yahudi yang meninggalkan kompleks berkelahi dengan sejumlah warga Muslim yang berada di luar.

Orang-orang non-Muslim diperbolehkan untuk mengunjungi kompleks itu, tetapi orang-orang Yahudi tidak boleh berdoa atau menampilkan simbol nasional karena takut akan memicu ketegangan dengan warga Muslim.

Warga Muslim takut Israel akan berusaha untuk mengubah aturan yang mengatur situs tersebut. Pasalnya, kelompok-kelompok Yahudi sayap kanan sedang mendorong untuk mendapatkan akses lebih banyak dan bahkan upaya untuk mendirikan sebuah kenisah baru.

Israel merebut Jerusalem timur, tempat Al-Aqsa berada, dalam Perang Enam Hari tahun 1967 dan kemudian mencaploknya. Namun, pencaplokan itu tidak pernah diakui masyarakat internasional.[] sumber: kompas.com

Bentrokan Pecah di Masjid Al Aqsa

Bentrokan Pecah di Masjid Al Aqsa

JERUSALEM – Polisi Israel memasuki mesjid Al Aqsa, yang merupakan salah satu tempat tersuci umat Islam, saat bentrokan pecah hari Minggu (26/7/2015) terkait akses orang Yahudi ke kompleks mesjid itu pada hari berkabung tahunan Yahudi.

Orang-orang Palestina melemparkan batu dan mercon sementara polisi menembakkan granat kejut setelah pasukan keamanan memasuki kompleks Al Aqsa sebelum sempat masuk ke dalam mesjid itu.

Polisi mengatakan, mereka masuk beberapa meter ke dalam mesjid untuk menutup sejumlah pintu dalam upaya memulihkan ketenangan dan mengunci para perusuh yang berada di dalamnya. Sekitar 300 personel keamanan memasuki kompleks itu ketika bentrokan terjadi dengan beberapa ratus orang Palestina, lapor seorang fotografer AFP.

Kementerian luar negeri Palestina mengecam pemerintah Israel karena memungkinkan apa yang mereka gambarkan sebagai kunjungan “provokatif” oleh orang-orang Yahudi garis keras.

Ini pertama kalinya pasukan keamanan Israel memasuki mesjid itu sejak November tahun lalu, saat bentrokan dengan jemaah juga terjadi.

Ada sejumlah korban dan orang yang ditangkap pada bentrokan hari ini, yang terjadi saat sejumlah orang Yahudi berusaha mencari akses ke kompleks mesjid itu pada Tisha B’av, hari untuk memperingati kehancuran pertama dan kedua apa yang oleh orang Yahudi disebut sebagai kenisah itu.

Orang-orang Palestina marah dengan apa yang mereka anggap sebagai gangguan oleh orang-orang Yahudi. Orang-orang Yahudi boleh berkunjung ke kompleks itu tetapi mereka dilarang untuk berdoa di sana.

Kompleks di puncak bukit di dalam Kota Tua Yerusalem itu, yang merupakan salah satu titik ketegangan di Timur Tengah, merupakan situs paling suci dalam Yudaisme dan ketiga tersuci dalam Islam, setelah Mekkah dan Madinah. Orang Yahudi menyebut tempat itu Temple Mount (Bukit Kenisah).

“Para perusuh bertopeng melarikan diri ke dalam mesjid dan mulai melemparkan batu kepada polisi dari dalam Al Aqsa,” kata polisi dalam sebuah pernyataan. “Mereka melemparkan mercon ke arah polisi … Karena konfrontasi itu dan tindakan para perusuh yang meningkat dan dengan tujuan mencegah cedera lebih lanjut pada polisi … pasukan memasuki mesjid beberapa meter dan menutup pintu-pintu mesjid, (demi) memulihkan ketertiban.”

Polisi mengatakan, setelah serangan singkat mereka ke mesjid itu, mereka lalu menarik diri dan daerah itu pun tenang. Akses ke tempat itu kemudian dibatasi.

Protes pecah di jalur dan lorong-lorong kota tua di sekitar masjid. Para demonstran berhadapan dengan polisi. Polisi menembakkan granat kejut.

Sejumlah orang bersumpah untuk melindungi Al Aqsha. “Kami siap mati,” kata Khaled Tuffaha (46 tahun), seorang Palestina pemilik toko. “Semua orang sudah siap mati.”

Seorang mahasiswa Yahudi berusia 22 tahun, yang membawa kitab Taurat dan mengatakan dia berada di dalam kompleks saat bentrokan, berpendapat bahwa orang-orang Yahudi dan Muslim harus berbagi akses. “Satu hari untuk orang Yahudi, satu hari bagi umat Islam,” kata mahasiswa itu, Josef Maklov.

Polisi mengatakan, seorang pria muda Yahudi berusaha untuk masuk sambil mengenakan filakteri, kotak kulit kecil yang berisi teks-teks suci yang dikenakan oleh laki-laki Yahudi Ortodoks saat berdoa. Saat diberitahu untuk menyingkirkan filakteri itu, pria tersebut menolak dan memegang pagar, menggigit seorang polisi yang mencoba untuk menyingkirkan dia sebelum pria itu kemudian ditangkap.

Setidaknya tiga pelempar batu ditangkap dan empat polisi terluka ringan, kata pihak berwenang.

Pasukan polisi telah dikerahkan di Kota Tua semalam karena takut terjadi kerusuhan saat ribuan orang Yahudi berbondong-bondong ke Tembok Barat untuk upacara doa tahunan.

Setelah polisi Israel memasuki mesjid itu pada November, Jordania, salah satu dari sedikit negara-negara Arab yang punya hubungan diplomatik dengan Israel,  menarik duta besarnya.

Israel merebut Jerusalem timur dalam Perang Enam Hari tahun 1967 dan kemudian mencaploknya dalam sebuah langkah yang tidak pernah diakui oleh masyarakat internasional.

Israel menganggap seluruh Jerusalem sebagai ibukotanya yang tak terpisahkan, tetapi Palestina mengklaim sektor timur kota itu sebagai ibukota negara masa depan mereka. | sumber : kompas

Foto: Pemandangan Dome of the Rock di kompleks Al-Aqsa di Jerusalem, Palestina. @Sean Pavone / Shutterstock.com