Sosok Ini Tolak Tawaran Jadi Menteri Kabinet Jokowi-JK

SIAPA yang tak kenal dengan Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini? Perempuan kelahiran Kediri, Jawa Timur, 20 November 1961 ini ternyata baru saja menolak menjadi menteri di kabinet Jokowi-JK.

Dikutip dari Tempo.Co, Wali Kota Surabaya ini mengaku sudah menghadap Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati, untuk melaporkan kalau dirinya tidak bersedia menjadi menteri.

"Jawabannya Bu Mega waktu itu begini, 'Gitu ya, Mbak? Oo, saya pikir Mbak Risma kepengin (jadi menteri)'. Bu Mega tahu aku itu orangnya kayak gimana," ujar Risma seperti dikutip Tempo.Co.

Kata dia, penolakan ini semata-mata karena dirinya masih memiliki kontrak dengan warga Surabaya selama 5 tahun.

"Kontrakku dengan warga Surabaya lima tahun. Kemarin beberapa bulan enggak kerja. Masalahnya, aku sudah sumpah (jadi wali kota)," kata sarjana jurusan Arsitektur Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya dan lulus pada tahun 1987.

Daripada menjadi menteri, Risma mengaku lebih senang menjadi dosen.

"Yang jelas, aku sekarang lagi mengurus proses pindah pegawai negeri sipil dari Pemkot Surabaya ke dosen ITS," kata Risma kepada wartawan di ruangannya, Senin, 8 September 2014.

Sosok Risma ini dikenal sebagai Wali Kota yang berani menutup lokalisasi Dolly. Tri Rismaharini juga dianggap berhasil dalam menata Kota Surabaya dari yang buruk penataannya sejak dirinya menjadi Kepala DKP.

Ia melanjutkan tugas tersebut sejak dilantik menjadi wali kota pada 2010. Di masa kepemimpinannya di DKP, hingga menjadi wali kota, Surabaya menjadi lebih asri dan tertata dengan baik dibandingkan sebelumnya, lebih hijau dan lebih segar.

  • Uncategorized

Leave a Reply