Menolak Kepala Desa Diperiksa Polisi, Ratusan Warga Datangi Polres Aceh Barat

MEULABOH – Ratusan warga Desa Pasi Mali, Kecamatan Woyla Barat, Kabupaten Aceh Barat mendatangi Polres Aceh Barat pada pukul 15.00 wib hingga 16.00 wib sore tadi, Jumat, 27 Juli 2012.

Kedatangan mereka untuk menolak pemeriksaan yang akan dilakukan polisi terhadap Musdar, Kepala Desa Pasi Mali dan Abdul Salam, Kaur Kesra terkait kasus pembakaran salah satu rumah warga bernama Tgk Fadlun yang diduga sebagai dukun santet.

Menurut keterangan yang diperoleh The Atjeh Post dari Kasatreskrim Polres Aceh Barat, Iptu M Ryan Citra Yudha, pemeriksaan kedua aparat desa tersebut adalah untuk memperoleh keterangan atas pembakaran rumah Tgk Fadlun yang terjadi pada pukul 01.00 wib dini hari, Jumat, 20 Juli 2012 lalu.

Sebalumnya kata Ryan, polisi sudah memeriksa Tgk Fadalun, dalam pemeriksaannya Tgk Fadlun mengaku ia bukan seorang dukun santet sebagaimana disangkakan warga terhadap dirinya. Sehari-hari, kata Ryan, Tgk Fadlun bekerja sebagai guru mengaji di TPA yang didirikannya di depan rumahnya.

Pembakaran rumah Tgk Fadlun malam itu kata Ryan dipicu dari seorang warga yang kerasukan dan berbicara ngawur. Dalam kicauannya ia mengatakan kalau Tgk Fadlun seorang dukun santet, akibat warga yang percaya dengan omongan tersebut mendatangi rumah guru ngaji tersebut dan langsung menyiraminya dengan minya tanah dan dibakar.

“Pasca kejadian itu Tgk Fadlun diamankan oleh polisi dari Polsek Woyla Barat untuk menghindari amuk massa, setelah itu ia kita bawa ke Polres Aceh Barat untuk mendapat perlindungan,” ujar Ryan.

Akibat dari aksi yang dilakukan ratusan warga tersebut, pihak kepolisian urung memeriksa keduanya untuk menghindari kericuhan yang terjadi antara polisi dan warga.[]

 

  • Uncategorized

Leave a Reply