Jumlah ATM Indonesia masih kalah dibandingkan China dan Brasil

BANK Indonesia (BI) mengatakan saat ini hanya beberapa perbankan Indonesia yang agresif mengembangkan jaringan ATM-nya. Dari 1998 sampai 2011 hanya enam bank yang secara kontinyu melakukan investasi terminal ATM, dengan jaringan ATM di atas 2000 unit.

"Empat major acquiring banks, yakni Bank Mandiri, BCA, BRI dan BNI secara signifikan dan kontinyu investasi ATM. Pangsa pasar empat bank ini 67 persen dari total ATM," ujar Direktur Eksekutif Akunting dan Sistem Pembayaran Bank Indonesia, Boedi Armanto di Gedung Bank Indonesia, Jumat (3/5).

Jumlah ATM di Indonesia masih kalah jika dibandingkan jumlah ATM di China dan Brasil. Pertumbuhan transaksi ATM saat ini hanya sekitar 50 persen hingga 52 persen per tahun. Transaksi tersebut melalui tiga perusahaan switching yaitu PT Rintis Sejahtera penyedia jaringan ATM Prima, PT Artajasa Pembayaran Elektronis penyedia jaringan ATM Bersama, dan PT Daya Network Lestari penyedia jaringan ATM Alto.

"Paling banyak itu transfer antar bank, nasabah bank A ke bank B ke bank C. Jumlah ATM kita tidak terlalu besar jika dibandingkan negara-negara yang sama seperti China dan Brasil," jelasnya.

Dengan keadaan yang demikian, bank sentral mengaku akan mendorong interoperabilitas atau kemampuan ATM untuk menampung transaksi dari kartu ATM bank lain. Hal ini akan bermanfaat untuk meningkatkan pendapatan perbankan dari sisi fee based income.

"Kita akan terus dorong interoperabilitasnya, ini juga bermanfaat untuk meningkatkan fee based income," tukasnya.

Per kuartal I-2013, tercatat PT Bank Rakyat Indonesia memiliki 14.397 unit ATM, PT Bank Central Asia memiliki ATM sebanyak 12.026 unit ATM, PT Bank Mandiri memiliki ATM sebanyak 10.986 unit ATM, dan PT Bank Negara Indonesia 8.279 ATM. | sumber : merdeka

  • Uncategorized

Leave a Reply