Anak Gen-K Bilang Mualem Tampan Kali

"Tampan kali, bang," begitu kata Riesza Alawiyah, dara manis Gen-K yang akrab dipanggil Icha, tentang sosok Muzakkir Manaf.

Sore itu, Icha tidak sendiri. Ada dara manis lainnya. Cut Nurmi Gusti Ayu, Aprina, dan Rafika serta  aneuk Gen-K lainnya memang baru usai bertemu Muzakkir Manaf, calon Wagub dari Partai Aceh.

Gen-K dan Muzakkir Manaf bertemu di hotel Hermes Palace, pukul 16.45 WIB. Mualem menggunakan baju kaus biru lengan panjang yang dilipat rapi hingga ke siku. Celana jin yang juga biru semakin menambah serasi.

"Nyoe yang tuleh puisi," kata Kautsar memperkenalkan Risman A. Rachman pada Mualem. Pembina Gen-K itu pun bersalaman. Tampak Risman membungkukkan tubuhnya sebagai tanda hormat. Mualem lalu membalas juga dengan sikap yang sama.

Dulu, Risman memang pernah menulis tulisan dengan gaya puisi. Dalam tulisan berjudul  "Lelaki Pemegang Janji" yang dipublish di media online atjehpost.com tertulis "Aku ingin sekali menemani lelaki itu hari ini!"

"Saya belum pernah bertemu Mualem. Apa yang saya tulis adalah hasil "pertemuan" jiwa saja. Saya mencoba menyibak hatinya dan jadilah tulisan itu (Lelaki Pemegang Janji). Inilah pertemuan pertama saya. Syukurlah, gambaran jiwa saya tentang Mualem tidak berbeda," kata Risman kepada atjehpost.com.

"Ini, Mirza. Dia ketua Gen-K," kata Risman memperkenalkan Ahmad Mirza Safwandy kepada Mualem. Keduanya lalu berjabat tangan, juga dengan saling membungkukkan tubuh sebagai tanda saling memberi hormat.

Suasana sejenak dingin. Angin bagai menyapa hati masing-masing aneuk Gen-K. Tapi, rona ramah wajah Mualem ditambah senyum manisnya mampu mencairkan kebekuan.

"Yuk, kita foto dulu," ajak Kautsar seakan tahu suasana kikuk sesaat yang melanda aneuk Gen-K.

"Jepret…" Mat Kodak Gen-K, Indra Syeh alias Roket bereaksi membidik aneuk Gen-K yang sedang berfose dengan Mualem. Tampak Mualem diapit oleh Mirza dan Risman. Dibelakang, aneuk Gen-K dan rekan-rekan Mualem berdiri.

Mualem lalu berdiri usai sesi potret. Kini mereka berdiri sejajar, dan tampak akrab. Bahasa tubuh Mualem langsung terlihat senang bisa bertemu dengan kalangan anak muda. Aneuk Gen-K yang tadinya sempat dilanda kikuk sesaat langsung bisa menyesuaikan diri.

"Apa ni bang pesan untuk generasi muda Aceh?"

Pertanyaan tiba-tiba dari Risman itu tidak langsung dijawab spontan. Wajahnya terlihat sekilas melirik ke semua.

Ada rona malu di wajahnya, bagai berat untuk memberi jawaban. Memang, dari cara posisi berdiri Mualem dan aneuk Gen-K terlihat bagai pertemuan sahabat dekat. Mungkin Mualem merasa tidak cukup pantas untuk memposisikan diri sebagai sang guru besar.

Tapi, langkah Mualem yang harus segera pergi ke tempat pertemuan tertunda. Ia seperti masih ingin berlama-lama dengan aneuk muda di Gen-K.

Suasana kembali cair. Mualem lalu berbincang dengan Mariska Lubis usai menerima buku "Ayahku Inspirasiku." Tampak Mualem membolak balik lembaran buku yang bulan lalu baru di luncurkan di Medan. Saat itu, Jusuf Kalla juga hadir. Mualem yang juga di undang berhalangan hadir. Saat itu, Mualem dan PA sedang punya hajatan maulid dan deklarasi kandidat yang diusung dalam Pilkada 2012 Aceh.

Mualem tampak serius mendengar penjelasan Mariska Lubis tentang buku. Usai menyimak, Mualem berkata sambil melihat ke semua: "Perle that sejarah. Beuna yang tuleh beu beutoi," kata Mualem.

Mungkin Mualem ingin berlama. Tapi waktu mengharuskannya segera pergi. Dengan mengapit buku dia berlalu. Gayanya tak kalah seperti mahasiswa yang sedang berada di kampus. Dan, Mualem pun berlalu usai dara-dara ayu di Gen-K berfoto dengan "Sang Lelaki Pemegang Janji" itu.[]

  • Uncategorized

Leave a Reply