Zivanna Letisha jadi presenter demi hobi ngobrol

SETELAH melepaskan mahkota Puteri Indonesia, Zivanna Letisha Siregar memilih aktif menjalani profesi sebagai presenter. Ketertarikannya di dunia presenter bukannya baru setahun atau dua tahun. Wanita yang akrab disapa Zizi ini sudah menyenangi profesi ini sejak kecil.

Jeremy Teti, Desi Anwar dan Chantal Della Concetta adalah segelintir presenter berita yang menjadi favorit Zizi. Ia pun tak menyangka kini bisa menjalani profesi yang sama bahkan bertemu langsung dengan para idolanya itu.

"Karena aku suka jadi mencari cara untuk bisa ada di dunia itu. Bisa dibilang accidentally juga. Karena setelah Puteri Indonesia, kebetulan di Liputan 6 saat itu lagi mencari presenter. Mereka hubungi aku karena tertarik dengan suara dan pembawaan aku," tutur Zizi, saat berbincang dengan wolipop di bilangan Jalan Wijaya, Jakarta Selatan, beberapa waktu lalu.

Wanita berusia 24 tahun ini menyukai dunia presenter dan public speaking karena bisa menyalurkan hobinya yang suka ngobrol. Bisa bertemu orang-orang baru dan menambah pengetahuan juga menjadi alasan kenapa finalis Miss Universe 2009 ini berkecimpung di profesi ini.

"Jadi presenter itu, aku tambah pintar tiap harinya. Selalu ada informasi yang baru dan dunianya itu dinamis banget. Yang sekarang bukan hanya news tapi acara santai juga aku jalani. Pokoknya di dunia public speaking aku senang banget," ujar wanita yang kini berambut pendek, setelah tujuh tahun mempertahankan rambut panjangnya ini.

Selama menjalani profesi ini sejak tahun 2009, Zizi mengaku dirinya selalu mendapat tawaran menjadi presenter untuk acara atau talkshow bersifat formal. Baik secara live di TV maupun off air. Mulai dari topik soal ekonomi, pendidikan hingga pemerintahan. Ia pun jarang membawakan acara santai atau komedi. "Mungkin nggak cocok kali ya ke situ," ucapnya sembari tertawa.

Wanita kelahiran Jakarta, 16 Februari 1989 ini lebih banyak belajar menjadi presenter yang profesional dari pengalaman. Untuk menambah kualitasnya sebagai pembaca berita, ia banyak membaca buku dan berdiskusi dengan pakar. Belajar teori, menurutnya sedikit membantu namun cara belajar yang lebih penting adalah terjun dan praktek langsung.

"Aku lebih learning by doing. Aku percaya kalau kita gali dari orang yang sudah pernah terjun ke situ, kita bisa lebih cepat belajarnya. Dan mereka bisa share. Kalau ambil kelas, mungkin kita belajar dari teori tapi kalau dengan orangnya langsung, kita belajar di lapangan yang terjadi seperti apa. Mungkin saja teori dan praktek bisa beda, kadang jauh juga. Jauh banget," pungkas Zizi.

Untuk menjadi presenter berita yang berkualitas, menurut Zizi ada beberapa faktor yang wajib dimiliki. Pertama adalah pengetahuan umum yang bagus. Seorang pembaca berita dituntut untuk bisa beradaptasi dalam waktu yang cepat. Untuk itu diperlukan wawasan yang cukup luas baik di aspek politik, ekonomi, budaya, lingkungan, sosial, dan sebagainya.

"Di event apapun, mau yang serius, santai, kita dituntut untuk selalu bisa blend dengan audience, tim, kita harus bekerjasama dengan berbagai pihak," tukasnya.

Kedua adalah pembentukan karakter. Seorang presenter harus bisa menunjukkan karakter yang ingin ditonjolkannya kepada audiens. Gaya pembawaan presenter A tentunya berbeda dengan presenter B, meskipun acara atau berita yang mereka bawakan sama. Kuncinya adalah mencari tahu dan kenali karakter sendiri.

"Apakah kita orang yang sangat loud, atau lebih kaku dan nggak banyak improve, cenderung lebih kalem. Atau mungkin yang komedian banget, semuanya dibuat lawakan. Menurutku yang penting itu selain penampilan. Satu lagi, presenter harus tenang. Kalau misalnya lagi siaran tiba-tiba ada berita baru masuk kita harus cepat tanggap dan nggak boleh kelihatan panik," jelasnya.

Lalu, seperti apa karakter seorang Zivanna sendiri saat membawakan berita? "Santai, nggak terlalu terpaku dengan teks panduan. Walaupun event serius aku akan membawakan itu dengan santai," ujar Zizi. | sumber: detik

  • Uncategorized

Leave a Reply