Yuk bertafakur Ramadan di Masjid bekas tsunami ini

Apa yang Anda pikirkan ketika menyebut nama Lampuuk?

Yup! Bisa jadi Anda akan langsung teringat dengan pantai yang indah dan pasir putihnya yang lembut. Lampuuk adalah kawasan pantai di pinggiran Aceh Besar. Letaknya berkisar 30 menit perjalanan dari pusat kota Banda Aceh. Keindahan Lampuuk menarik begitu banyak wisatawan lokal dan asing setiap akhir pekannya. Ombaknya yang tinggi, menjadikan Lampuuk sebagai lokasi surfing terbaik di Aceh.

Nah, jika Anda berkunjung ke kawasan Lampuuk, tidak salahnya Anda menyempatkan diri berkunjung ke masjid Rahmatullah.

Masjid Rahmatullah adalah masjid yang letaknya berkisar 500 meter dari bibir pantai Lampuuk. Masjid ini adalah satu-satunya bangunan yang utuh dan selamat ketika tsunami menerjang Aceh akhir 2004 silam.

Pasca musibah tsunami, mesjid ini adalah salah satu keajaiban yang begitu banyak dibidik oleh para fotografer dunia ketika berkunjung ke Aceh. Keberadaannya yang tetap utuh di tengah tanah rata dan pepuingan menjadikannya begitu istimewa. Terlebih warnanya yang putih mencolok, kontras dengan kondisi yang kerontang di sekitarnya.

Lalu bagaimana kondisinya sekarang?

Keberadaan Masjid Rahmatullah saat ini jauh lebih baik. Hal ini berbanding lurus dengan kembali semaraknya kawasan pantai Lampuuk. Jaraknya sekitar 50 meter dari pintu gerbang area wisata Lampuuk.

Mengunjungi mesjid ini, Anda bukan hanya menikmati kemegahan mesjid, tapi juga bisa melihat sisa-sisa puing dari terjangan tsunami silam.

Sisa-sisa puing tsunami itulah yang tetap dibiarkan hingga kini. Di sudut mesjid tepatnya di sisi kiri pintu utama, sebuah ruangan disekat oleh kaca yang membatasi ruangan salat. Di dalam ruangan kaca itu, masih tampak beberapa puing sisa banguan yang dibiarkan berserak.

Pengunjung yang datang masih bisa melihat tiang-tiang masjid yang miring akibat tsunami. Dinding yang retak-retak dan hancur, lantai marmer yang tercerabut, yang semua itu tetap dibiarkan.

Pemugaran masjid ini dilakukan oleh pemerintah Turki ketika masa rehabilitasi rekontruksi pasca tsunami, termasuk mendirikan dua menara yang menjulang tinggi di kedua sisi mesjid.

Di sepanjang sekat kaca juga dipamerkan beberapa foto kondisi masjid Rahmatullah ketika tsunami menerjang. Pasir yang menebal di dalam masjid, para warga yang membangun tenda pengungsian, ataupun foto yang menggambarkan pelaksanaan salat pertama kali pasca musibah.

Rekam foto-foto itu masih dirawat baik oleh para pengelola masjid. Kokohnya bangunan ini, tentu saja  menjadi salah satu bukti akan kebesaran Allah ketika tsunami lalu. Tentu banyak hikmah yang bisa Anda petik, terlebih di bulan suci ini. Tertarik Anda mengunjungi masjid ini?[] ihn

  • Uncategorized

Leave a Reply