YARA Kesal Pemkab Aceh Timur Abaikan Naira Azura

YARA Kesal Pemkab Aceh Timur Abaikan Naira Azura

IDI RAYEUK – Yayasan Advokasi Rakyat Aceh (YARA) kesal dengan sikap Pemerintah Kabupaten Aceh Timur yang mengabaikan janjinya untuk memberikan bantuan kepada Naira Azura, bocah penderita hydrocepalus asal Dusun Mbot-Mbot, Alue Nibong, Peureulak Barat.

“Sampai hari ini pun bantuannya belum kunjung tiba. Kini kita ketahui Naira sudah meninggal dunia kemarin sore pukul 19.00 WIB,” ujar Basri, perwakilan YARA Aceh Timur kepada portalsatu.com, Selasa, 19 Mei 2015.

Basri mengatakan permasalahan Naira seharusnya menjadi tanggung jawab bersama. Menurutnya jika pun tidak ada sumber dana dari instansi terkait, Pemkab Aceh Timur bisa berkoordinasi dengan provinsi maupun pemerintah pusat.

“Ini kan tugas pemerintah untuk melihat rakyat-rakyat kecil, kalau bukan pemerintah tempat kita mencari solusi, mau kita cari kemana lagi,” ujarnya.

Dia berharap kasus-kasus seperti ini tidak disepelekan oleh Pemerintah Aceh, khususnya di lingkungan Pemerintah Kabupaten Aceh Timur. “Jadikanlah pengalaman ini sebagai pendorong pusat perhatian pemerintah kepada rakyat kecil,” katanya.

Bocah Naira Azzura, penderita hydrocepalus asal Dusun Mbot-mbot, Desa Alue Nibong, Aceh Timur dikabarkan meninggal dunia, Senin, 18 Mei 2015. Naira meninggal dunia dalam perjalanan pulang ke kampung halamannya di Dusun Mbot-mbot dari Rumah Sakit Adam Malik Medan, Sumatera Utara.
“Tadi siang, inisiatif saya sendiri membawa pulang Naira ke kampung halaman karena kondisi keuangan kami tidak mencukupi lagi,” kata Zulkifli, ayah Naira Azura.

Zulkifli mengatakan bocah Naira dan keluarga pulang ke kampung halaman menggunakan bus Putra Pelangi nomor polisi 7522 AA. Setiba di Kuala Simpang, kondisi Naira akhirnya drop.

“Sebelum dibawa pulang keadaan Naira sehat-sehat saja. Namun sesampai di Kuala Simpang, Naira sudah tiada,” kata Zulkifli.

Zulkifli mengatakan jenazah Naira akan dikebumikan di Dusun Mbot-mbot besok Selasa, 19 Mei 2015.

Seperti diketahui, Naira Azura menderita hydrocephalus sejak 2012 lalu. Naira kala itu mendadak kejang-kejang dan kemudian dirujuk ke RS Adam Malik Medan, Sumatera Utara sejak 11 April 2015 lalu setelah sebelumnya dirawat di RSUD Idi, Aceh Timur.[](bna)

Laporan: Maulana Amri

Leave a Reply