WHO tegaskan polusi udara penyebab kanker paru

Polutan di udara yang kita hirup telah digolongkan sebagai penyebab lingkungan utama dari kanker oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). WHO mengatakan buktinya jelas bahwa polusi udara menyebabkan kanker paru-paru.

Sumber polusi termasuk buangan knalpot mobil, pembangkit listrik, emisi dari pertanian dan industri, serta pemanasan di rumah-rumah penduduk. WHO mengatakan klasifikasi itu harus dianggap sebagai pesan yang kuat kepada pemerintah untuk mengambil tindakan.

Badan Internasional untuk Penelitian Kanker (IARC), bagian dari WHO, kini telah menggolongkan polusi udara dalam kategori yang sama seperti asap tembakau, radiasi UV dan plutonium. Lembaga itu mengatakan polusi udara telah diketahui menyebabkan penyakit jantung dan paru-paru, namun bukti yang sekarang muncul mengungkap bahwa ia juga menyebabkan kanker.

IARC mengatakan data terbaru menunjukkan 223 ribu kematian akibat kanker paru-paru di seluruh dunia disebabkan oleh polusi udara. Lebih dari setengah kematian diduga berada di Cina dan negara-negara Asia Timur lainnya. Industrialisasi yang cepat telah menyebabkan langit berkabut di kota-kota seperti Beijing.

Namun, ini adalah masalah global dan kekhawatiran tentang polusi udara meningkat lagi di Eropa minggu ini. Data menunjukkan polusi udara juga ada kemungkinan terkait dengan kanker kandung kemih.

Dr Kurt Straif, dari IARC, mengatakan udara yang kita hirup menjadi tercemar dengan campuran zat-zat penyebab kanker. "Kita sekarang mengetahui bahwa polusi udara luar tidak hanya berisiko besar bagi kesehatan secara umum, tetapi juga penyebab lingkungan utama kematian akibat kanker," ujarnya sebagaimana dikutip BBC, Kamis, 17 Oktober 2013.

Cancer Research UK mengatakan hal itu bukan kejutan. "Sangat penting bahwa setiap orang memahami risiko dari polusi udara," ujar Dr Julie Sharp, kepala informasi kesehatan di badan amal itu. "Meskipun polusi udara meningkatkan risiko terkena kanker paru-paru dengan jumlah kecil. Hal-hal lain memiliki efek yang jauh lebih besar pada risiko, terutama merokok."

Dr Rachel Thompson, kepala interpretasi penelitian di World Cancer Research Fund International, mengatakan bukti terbaru ini menegaskan perlunya bagi pemerintah, industri dan lembaga multinasional untuk segera mengatasi penyebab lingkungan dari kanker.

"Tapi ada banyak hal yang bisa kita lakukan sebagai individu untuk menurunkan kemungkinan kita terkena penyakit, seperti menjadi lebih aktif secara fisik dan mengadopsi pola makan sehat."[] sumber: tempo.co

  • Uncategorized

Leave a Reply