Wartawan Harian Metro Manado Tewas Ditusuk

MANADO – Wartawan Harian Metro Manado, Sulawesi Utara, Aryono Linggotu, 26 tahun, ditemukan tewas di Jalan Daan Mogot 4, Kelurahan Tikala Baru, Kecamatan Tikala, sekitar pukul 05.00 Wita.

“Aryono dipastikan korban pembunuhan. Tapi, hingga kini, kami masih mencari tahu motif pembunuhan,” kata Kepala Satuan Reserse dan Kriminal Kepolisian Resor Kota Manado, Komisaris Nanang Nugraha, pagi ini.

Korban ditemukan dalam kondisi tertelungkup di samping sepeda motornya. Menurut Nanang, melihat kondisi luka korban, diperkirakan pelaku pembunuhan lebih dari dua orang. Namun, hingga saat ini, pihaknya belum mengetahui motif dari pembunuhan.

Identitas pelaku juga masih belum diketahui. Petugas masih mengorek keterangan saksi yang diketahui sempat bersama korban sesaat sebelum kejadian. Adapun jasad korban saat ini berada di Rumah Sakit Umum Malalayang untuk diotopsi.

AJI Minta Diusut Tuntas

Ketua Aliansi Jurnalis Independen Indonesia Eko Maryadi menuntut Kepala Kepolisian Daerah Sulawesi Utara Brigadir Jenderal Dicky Atotoy untuk mengungkap kasus kekerasan terhadap Aryono Linggotu, 26 tahun, jurnalis Harian Metro Manado. Korban ditemukan tewas di Jalan Daan Mogot 4, Kelurahan Tikala Baru, Kecamatan Tikala, sekitar pukul 05.00 Wita.

“Apa pun motifnya, apakah terkait pemberitaan atau tidak, kami meminta kasus ini diiungkap dengan jelas dan tuntas,” kata Eko di sela-sela kegiatan Uji Kompetensi Jurnalis AJI di Makassar, pagi ini. “Tapi, bagi saya, pembunuhan adalah kejahatan, jadi harus diusut.”

Informasi yang diterima Eko, korban ditemukan sekitar pukul 05.00 Wita dalam kondisi tergeletak bersimbah darah di samping sepeda motornya. Di tubuhnya ada 14 luka bekas tusukan. Korban sempat dilarikan ke Rumah Sakit Umum Prof Kandou, tapi tak tertolong.

Ketua AJI Manado Yosep E. Ikanubuh mengatakan, korban sehari-hari bertugas sebagai wartawan kriminal. “Saat ini, jasad masih diotopsi di rumah sakit,” katanya melalui ponsel.

Menurut Eko, dalam waktu dekat, pihaknya akan mengirimkan Divisi Advokasi AJI Indonesia dan Koordinator Wilayah Sulawesi, atau mungkin saya sendiri yang berangkat ke Manado untuk meminta aparat menangani kasus ini dengan cepat.

Dia juga meminta seluruh jurnalis untuk selalu siaga dan waspada dalam menjalankan tugas. Menurut Eko, profesi jurnalis adalah sesuatu yang berbahaya. Karena itu, harus tahu bagaimana melindungi diri, bagaimana bersikap, serta menulis berita sesuai etika profesionalime. Pihak AJI sendiri akan bekerja sama melakukan pelatihan dengan lembaga Palang Merah Dunia.

Hingga 2011, tercatat ada delapan dari sepuluh kasus pembunuhan yang tidak terungkap. Hanya dua yang terungkap, di antaranya kasus pembunuhan wartawan Radar Bali, Anak Agung Prabangsa, 44 tahun. Selebihnya, masih banyak kasus kematian dan kekerasan terhadap wartawan yang belum terungkap. | sumber: tempo.co

  • Uncategorized

Leave a Reply