Warga Syiah Akan Tetap Bertahan di Lokasi

JAKARTA – Penganut Syiah Nangkernang, Sampang Madura mengatakan akan tetap bertahan di daerah tersebut meski pun kembali diserang oleh massa intoleran. Selain itu, mereka juga berharap dapat bertemu dengan Kapolri, Minggu 26 Agustus 2012.

"Kami akan mengupayakan beberapa pihak dari kami untuk bertemu dengan Kapolri," kata Ahmad Hidayat salah seorang saksi mata dalam kasus kerusuhan Sampang tersebut.

Dia juga berharap, pihak kepolisian bisa mengambil tindakan tegas karena perbuatan pembakaran dan meninggalnya warga mereka sudah bertentangan dengan Pancasila dan undang-undang.

"Kami minta mereka ditindak secara hukum," kata dia.

Dia mengatakan, dua orang penganut Syiah meninggal dunia akibat serangan tersebut. Sementara itu, akibat kerusuhan ini empat orang lainnya mengalami luka serius, 6 orang luka ringan, dan ibunda Tajul Muluk pingsan akibat terkena lemparan batu.

Peristiwa ini dipicu saat sekelompok massa intoleran menghadang para orang tua siswa yang hendak mengantarkan anak-anaknya melanjutkan sekolah ke pesantren-pesantren di pulau Jawa (Pekalongan dan YAPI Bangil) pada pukul 8.00 WIB, Minggu pagi. Mereka lalu mengancam akan membakar angkot yang ditumpangi.

Kendati para korban sudah melapor kepada pihak kepolisian siang ini, namun aparat mengabaikannya dan justru menyalahkan pihak korban karena memaksa diri untuk mengantarkan anak-anaknya melanjutkan sekolah ke luar pulau.[]

  • Uncategorized

Leave a Reply