Wapres Boediono Pimpin Konferensi Kesehatan WHO

YOGYAKARTA – Wakil Presiden Indonesia Boediono dijadwalkan hari ini, Selasa 4 September 2012 akan berbicara di Konferensi Iinternasional Kesehatan, yang digelar Badan Organisasi Kesehatan dunia (WHO) di Yogyakarta. Acara bertajuk ‘30th Meeting of Ministers of Health of Countries of South East Asia Region dan 65th Session of the WHO Regional Committee for South East Asia Region’ itu, dipusatkan di Pendopo Hotel Royal Ambarrukmo Yogyakarta.

Selama empat hari, kata Juru bicara Pemerintah DIY, Kuskariati,  acara itu akan dihadiri para menteri dan pakar kesehatan dari Asia Tenggara. Masalah yang dibahas antara lain soal penanganan kesehatan di tiap negara. " Juga ajang transfer metode serta ilmu penanganan baik medis dan sosial,” kata dia, Senin 3 September 2012.

Beberapa isu utama yang jadi bahasan adalah soal eradikalisasi polio, pendidikan dan pelatihan tenaga kesehatan, kebijakan terkait penyakit tidak menular,  pandemi influenza, intensifikasi imunisasi rutin. " Juga soal peraturan kesehatan internasional dan peran WHO dalam menghadapi keadaan darurat," kata dia.

Menurut Staf Komunikasi World Health Organization (WHO) Indonesia Nursila Dewi, ada beberapa tantangan global yang saat ini dihadapi WHO. Diantaranya besarnya jumlah penduduk lanjut usia, akan berpengaruh pada sektor kesehatan dan keadaan ekonomi masyarakat, termasuk meningkatnya risiko penyakit tidak menular.

"Pada 2015, diperkirakan jumlah penduduk lanjut usia mencapai 1.200 juta jiwa. Negara diharapkan dapat melaksanakan peningkatan standar kesehatan ke tingkat tertinggi, selain kesejahteraan bagi penduduk dunia," kata dia.

Pada 2015, dia melanjutkan, jumlah penyakit tidak menular diprediksi mencapai 50 persen dari total penyakit di dunia. Sekitar 36 juta dari 57 juta kematian pada 2008, disebabkan faktor itu. Di antaranya, karena konsumsi tembakau, alkohol, diet tak sehat, dan kurangnya kegiatan fisik.

Negara-negara yang termasuk dalam kawasan Asia Tenggara, berdasarkan pembagian WHO, adalah, Bangladesh, Bhutan, Korea Utara, India, Indonesia, Maladeva, Myanmar, Nepal, Sri Lanka, Thailand dan Timor Leste. | sumber: tempo

  • Uncategorized

Leave a Reply