Wanita yang sudah menikah, sesekali juga harus egois

DALAM sebuah hubungan seringkali wanita dalam posisi selalu memberi. Memberi itu baik tapi jangan sampai Anda terus memberi dan pasangan hanya menerima. Perlu Anda ingat, bahwa dalam sebuah hubungan perlu ada timbal balik dengan pasangan.

"Wanita seringkali tidak bersuara dan terlalu rendah diri," ujar Andra Brosh, PhD, psikolog klinis, seperti dikutip dari Woman's Day.

Meskipun sudah menikah, bukan berarti Anda tidak boleh memikirkan diri sendiri. Tanda-tanda di bawah ini menunjukkan bahwa Anda mengabaikan waktu untuk diri sendiri.

1. Anda tidak terlihat seperti diri sendiri
Ada beberapa hal yang biasanya menjadi rutinitas Anda yang tidak lagi dilakukan karena terlalu sibuk mengurus keluarga. Awalnya Anda mulai jarang berolahraga, kemudian melupakan jadwal perawatan tubuh, hingga saat bercermin Anda merasa tidak mengenali diri sendiri. Memanjakan diri bukan berarti Anda mengabaikan urusan keluarga. Anda dapat pergi ke salon atau berkumpul bersama teman-teman pada saat suami bekerja atau anak di sekolah.

2. Jadwal Anda selalu terisi untuk orang lain
Sah-sah saja untuk mengosongkan jadwal demi menemani suami menghadiri acara kantor. Namun jangan sampai jadwal Anda hanya terisi untuk orang lain saja. Anda juga butuh waktu sendiri untuk melakukan hal-hal yang disukai. Berkebun, menonton film baru, atau sekadar membaca novel bisa menjadi kegiatan alternatif.

3. Tidak bisa berhenti mengasuh anak
Terkadang kita merasa lelah ketika setiap hari harus terus mengurus segala keperluan anak. Tidak ada salahnya untuk sesekali menjauh dari rutinitas tersebut. Hal ini tidak akan menjadikan Anda sebagai ibu yang tidak baik. Anda perlu menyisihkan waktu untuk sendiri dan minta suami untuk bergantian mengasuh anak. Momen ini juga dapat dimanfaatkan suami untuk mendekatkan diri dengan anak-anak.

4. Ketika bertengkar hebat
Setelah bertengkar hebat dengan pasangan, Anda merasa khawatir akan kelangsungan kehidupan rumah tangga. Coba usahakan apapun yang bisa Anda lakukan agar kondisi rumah tangga kembali seperti semula. Namun bila tidak terlihat ada perkembangan, berhentilah sejenak. Buat perjanjian dengan pasangan untuk memisahkan diri selama setidaknya dua jam untuk melakukan apapun yang disuka secara terpisah.

5. Ketika Anda tidak tahu mengapa merasa marah dengan pasangan
Terkadang Anda akan merasa marah dengan pasangan tanpa tahu penyebabnya. Mungkin saja alasan kecil seperti jumlah baju suami yang terlalu memenuhi lemari dapat memicu rasa sebal Anda. Namun bila Anda benar-benar tidak tahu apa yang membuat rasa marah itu muncul, sisihkan sedikit waktu untuk merenung dan menuliskan apa yang ada di pikirkan dalam sebuah jurnal. Dengan begitu akan membantu Anda mengidentifikasi alasan mengapa Anda marah.

6. Tidak ingat kapan terakhir kali bilang 'tidak'
Anda tidak pernah menolak atau bilang tidak pada apapun yang dikatakan oleh pasangan. Perlu Anda ingat, bilang 'tidak' itu sah-sah saja bila Anda benar-benar tidak setuju dengan apa yang diucapkan oleh pasangan. Jangan ragu untuk mengungkapkan apa yang Anda rasakan.

7. Libido Anda rendah
Bila Anda merasa tidak lagi tertarik dengan pasangan, itu tandanya ada masalah yang cukup berat. Atasi masalah tersebut dengan bicara dengan pasangan. Katakan apa yang dirasakan dengan jujur. Ungkapkan apa saja target Anda baik mengenai anak-anak maupun diri sendiri, dan terakhir pergi liburan berdua dengan pasangan. Dengan begitu diharapkan hubungan Anda dengan pasangan dapat membaik.

8. Ketika Anda menjadi pasif-agresif
Terkadang ketika perempuan merasa kecewa dengan pasangnnya, mereka akan menyampaikannya lewat sindiran. Misalnya ketika Anda sedang sibuk membereskan rumah, pasangan hanya diam bersantai di depan TV. Tentunya ingin pasangan sadar bahwa Anda marah dengannya. Namun lebih baik ungkapkan secara langsung apa yang Anda inginkan. Sampaikan dengan baik-baik bahwa Anda ingin pasangan membantu dalam membereskan rumah. | sumber : wolipop

  • Uncategorized

Leave a Reply