Wanita Asal Aceh Selundupkan Sabu Senilai Rp1,1 Miliar

BANDUNG – Petugas gabungan menangkap basah wanita asal Aceh berinisial NA (40) yang mencoba menyelundupkan narkotik jenis sabu seberat 775 gram melalui Bandara Husein Satranegara, Kota Bandung. Pelaku tak mengelak saat petugas menemukan barang bukti tersebut.

"Asumsinya harga sabu di pasaran itu 1,5 juta rupiah per gram. Jadi total nilai barang bukti sabu ini Rp 1.162.500.000," kata Kepala Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Jabar Kusdirman Iskandar saat menggelar jumpa pers di Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea Cukai (KPPBC) Tipe Madya Pabean A Bandung, Jalan Rumah Sakit, Kota Bandung, Selasa, 9 Oktober 2012.

Kusdirman memaparkan, penyelundupan sabu berupa bubuk kristal bening itu berhasil digagalkan petugas Beas Cukai KPPBC Bandung bekerjasama dengan petugas Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea Cukai (DJBC) Jabar serta Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jabar.

"Modus pelaku yakni menyembunyikan sabu di bagian dasar tas ransel. Sabu itu dikemas sedemikian rupa dalam satu bungkusan amplop cokelat yang ditutup lakban bening dan dilapisi plastik fiber abu-abu. Memang secara kasat mata tidak terlihat," ucap Kusdirman.

Kronologis pengungkapan berawal saat NA tiba di Bandara Husein Satranegara pada 4 Oktober lalu, sekitar pukul 19.30 WIB. Pelaku sebagai penumpang pesawat Air Asia nomor flight QZ 7594 dengan rute penerbangan Kuala Lumpur-Bandung.

"Petugas curiga dengan gerak-gerik wanita itu. Selanjutnya diperiksa dan digeledah barang bawaannya. Setelah itu ditemukan sabu yang disembunyikan dalam tas. Untuk penyelidikan lebih lanjut, sample bubuk krital diuji menggunakan narkotest. Hasilnya ternya sample itu merupaja methamphetamine atau dikenal sebutan sabu," paparnya.

Kusdirman tidak memberikan keterangan gamblang soal terungkapnya wanita itu ketahuan membawa barang terlarang. "Ini teknis dan rahasia. Tapi petugas mengamati berdasarkan hasil analisis intelijen," ucapnya.

Tersangka dan barang bukti diserahkan kepada BNNP Jabar untuk proses penyidikan lebih lanjut. NA terancam UU No. 17 tahun 2006 tentang perubahan atas UU No 10 tahun 1995 tentang kepabeanan Pasal 102 yang ancaman hukumannya paling lama 10 tahun penjara dan denda Rp 5 miliar. Selain itu, NA terjerat Pasal 113 jo Pasal 114 jo Pasal 112 UU No.35 tahun 2009 tentang Narkotik, dengan ancaman pidanan penjara seumur hidup. | sumber: detik

  • Uncategorized

Leave a Reply