Wakil Ketua Dewan Abdya Ramaikan Diskusi Stagnasi Perdagangan Blangpidie

BLANGPIDIE – Wakil Ketua DPRK Abdya, Elizar Lizam menghadiri diskusi Stagnasi Perdagangan di Blangpidie Permasalahan dan Solusinya pada Rabu 19 Desember 2012 malam sekitar pukul 20.00 WIB.

Acara diskusi kedai kopi tersebut diselenggarakan oleh Forum pengembangan partisipasi masyarakat Kabupaten Abdya di Vanillah Rumoh Kopi kabupaten setempat.

Selain Wakil Ketua DPRK Abdya, hadir anggota DPRK Abdya RS. Darmansyah dari Partai Golkar, Ketua PDIP, Idrus, Sulaiman mantan Kadis Pendidikan Abdya, Ketua KNPI Abdya Jufri, DPC Logica2 Abdya, Harmansyah, serta beberapa perwakilan dari unsur LSM, pemuda, mahasiswa dan masyarakat setempat.

Inisiator diskusi Fadhli Ali dalam acara tersebut mengatakan untuk mengembangkan kota Blangpidie agar lebih maju, kota Banda Aceh bisa menjadi rujukan. Dia mengatakan, Kota Banda Aceh saat ini adalah satu dari sedikit kota di Indonesia yang tertata secara baik.

"Karena itu, tidak perlu jauh berstudibanding untuk menimba pengalaman bagaimana kota Blangpidie dikembangkan," ujarnya.

Kata dia, biaya sewa pertokoan di ibu kota provinsi itu kini sudah jauh berkurang. Pasar dengan fasilitas pendukungnya cukup representatif. Pusat kota dengan pemikiman terakses dengan mudah setelah terbuka ruas jalan baru dan didukung oleh terminal yang bersahaja.

"Kota itu juga tampak pesat perkembangannya dengan perluasan ke daerah pinggiran,” ujar dia.

Hal tersebut, kata Fadhli Ali, kondisi Kota Banda Aceh berbanding terbalik dengan realita yang terjadi di Blangpidie. Ibu kota Abdya yang memiliki deretan bangunan yang di padat-padatkan (compact) pada ruas jalan dan kawasan kota yang sempit.

"Butuh revitalisasi segera bila kawasan ini di diwujudkan jadi kota tujuan berbelanja. Bila dikaitkan dengan beberapa persoalan mendasar di atas, maka pembenahan melalui penataan kota adalah satu hal. Di lain pihak perdagangan di Blangpidie akan tumbuh cepat bila Pelabuhan Susoh menjadi pintu masuk dan keluar barang untuk kawasan barat-selatan,” katanya.[bna]

  • Uncategorized

Leave a Reply