Wakil Gubernur tinjau lahan PT Nusantara Tropical Farm di Lampung

WAKIL Gubernur Aceh Muzakir Manaf meninjau lokasi perkebunan milik PT Nusantara Tropical Farm di Lampung Timur, Lampung pada Senin 18 Februari 2013. Kunjungan itu berdasarkan undangan perusahaan tersebut.

Dalam kunjungan itu, Wakil Gubernur Aceh ditemani Bupati Aceh Utara Muhammad Thayib, Bupati Aceh Tengah Nasaruddin, Bupati Bireuen Ruslan Daud, Wakil Bupati Bener Meriah Rusli M Saleh dan Sekda Bener Meriah.

PT Nusantara Tropical Farm merupakan perusahaan yang bergerak di usaha perkebunan pisang Cavendish, nanas MD2, jambu kristal dan buah naga. Perusahaan tersebut juga memiliki beberapa anak perusahaan dengan orientasi yang berbeda.

Wakil Gubernur turut meninjau lokasi packaging house (gudang pengepakan) PT Nusantara Tropical Farm.

Menurut keterangan ajudan Wakil Gubernur Aceh, Syardani mengatakan, teknologi pembibitan pisang di perusahaan ini memiliki keunikan.

Pasalnya, kata dia, pisang-pisang ini dikembangkan dari satu bibit memakai kultur jaringan propagasi.

Perbanyakan (propagasi) secara in vitro (kultur jaringan) merupakan suatu metode untuk menumbuhkan bagian-bagian dari tanaman seperti protoplasma, sel, sekelompok sel, jaringan dan organ dalam keadaan aseptik. Sehingga bagian-bagian tersebut dapat memperbanyak diri dan beregenerasi menjadi tanaman utuh (planlet).

"Dari satu induk kultur jaringan propagasi tersebut, dibelah menjadi 4 bibit baru (hasil pembelahan)," ujar Syardani.

Kata dia, dari masing-masing empat bibit hasil pembelahan ini kemudian dilakukan pembelahan lagi setiap 1,5 bulan hingga tujuh kali pembelahan (11 bulan). Sehingga untuk satu bibit hasil pembelahan bisa menghasilkan 500 batang pisang. Jika ditotalkan untuk satu bibit induk tersebut, kata dia, bisa menghasilkan 2000 batang pisang.

Perusahaan ini, kata dia, memiliki 6 gudang pengepakan. Masing-masing untuk satu gudang pengepakan ini mampu menampung 100 pekerja.

"Itu hanya untuk gudang pengepakan saja, belum lagi untuk pembibitan dan pabrik," kata Syardani.

Sementara untuk pasar, kata dia, perusahaan yang berada di Lampung Timur ini juga mengekspor buahnya ke China.

"Ekspor itu khusus untuk pisang. Sementara nanas, buah naga dan jambu biji hanya untuk Jakarta. Karena buah-buah ini jumlahnya tidak mencukupi untuk diekspor ke China," tutur dia.

Menurut Syardani, perusahaan ini tertarik untuk mengembangkan lahan dan pabriknya di Aceh. Kata dia, beberapa daerah yang sudah disiapkan lahannya seperti di Aceh Timur, Aceh Utara dan Aceh Tengah serta Bener Meriah.

"Pihak perusahaan sudah mengkaji secara langsung tanah di Aceh dan ternyata sangat bagus untuk pengembangan buah-buahan hasil pisang Cavendish, nanas MD2, jambu kristal dan buah naga," kata dia.[](bna)

  • Uncategorized

Leave a Reply