Wakil Direktur RS Cut Mutia terkejut bosnya jadi tersangka

PENYIDIK Kejaksaan Negeri Lhoksukon, Aceh Utara, hari ini, Kamis, 21 Februari 2013, menetapkan Direktur Rumah Sakit Umum Daerah Cut Mutia, dokter gigi (drg) Anita Syafridah MKes, sebagai tersangka kasus dugaan korupsi pengadaan alat kesehatan senilai Rp25 miliar.

Dihubungi ATJEHPOSTcom berulang kali lewat telpon selular, tadi sekitar pukul 16.30 hingga 17.40 WIB, Anita Syafridah tidak merespon panggilan masuk. Direktur rumah sakit milik Pemerintah Aceh Utara ini juga tidak membalas konfirmasi melalui layanan pesan singkat (SMS).  

Wakil Direktur (bidang administrasi) RSUD Cut Mutia, Sumaryani  dihubungi tadi sekitar pukul 17.35 WIB, menyebutkan, Anita Syafridah sedang berada di Medan menemani perawatan suaminya yang sedang sakit. “Bu direktur (Anita Syafridah) di Medan, suaminya sakit. Beliau berangkat ke Medan sejak Senin kemarin. Kebetulan saya ND-nya (nota dinas direktur RSUD Cut Mutia),” katanya.

Sumaryani kemudian balik bertanya, “ada apa kira-kira dengan bu direktur?” Ketika dijelaskan untuk dikonfirmasi setelah Anita Syafridah ditetapkan sebagai tersangka dugaan korupsi pengadaan alat kesehatan, Sumaryani langsung terkejut. Lalu ia berkata, “Kamoe shok meudeungo nyan (kami shock mendengar itu)”.

“Kiban lee nyoe, neu meu doa keu kamoe beu kuat (bagaimana ini, doakan kami agar kuat). Kuat dalam memberi pelayanan di rumah sakit ini,” kata Sumaryani lagi. Sebelumnya ia mengaku hanya mengetahui bahwa salah seorang pejabat rumah sakit itu, Surdeni Sulaiman telah jadi tersangka kasus yang sama.

Sementara itu, ketika kasus pengadaan alat kesehatan tersebut masih tahap penyelidikan pihak Kejari Lhoksukon, awal Januari 2013, lalu, Direktur RSUD Cut Mutia Anita Syafridah mengatakan pihaknya bersikap kooperatif menghadapi proses hukum.

Hal itu disampaikan Anita Syafridah melalui Kepala Bagian Humas Sekretariat Daerah Aceh Utara Fakhrurrazi SH kepada ATJEHPOSTcom, Selasa, 8 Januari 2013, sore. “Beliau memang sudah dipanggil oleh jaksa kemarin (Senin, 7 Januari 2013) untuk dimintai keterangan sebagai saksi,” kata Fakhrurrazi seusai berkomunikasi dengan Anita Syafridah, Selasa, 8 Januari lalu.

Menurut Fakhrurrazi, Anita Syafridah menghormati proses hukum yang sedang berjalan. Direktur RSUD Cut Meutia ini, kata dia, juga menyatakan siap bertanggung jawab terhadap pelaksanaan semua kegiatan atau penggunaan anggaran di rumah sakit plat merah itu.[](iip)

Berita sebelumnya:
Direktur-RS-Cut-Mutia-tersangka-korupsi-alat-kesehatan

  • Uncategorized

Leave a Reply