Wabup Aceh Barat Daya: Grasstrack untuk mencari juara, bukan ugal-ugalan

WAKIL Bupati Aceh Barat Daya Yusrizal Razali mengatakan, lomba balap sepeda motor seperti grasstrack, untuk mencari juara bukan ugal-ugalan.

"Sebagai hal positif agar tidak terjerumus dalam pengunaan narkoba yang sangat membahayakan dan meresahkan saat ini,” ujar Yusrizal saat membuka Kejurda Grasstrack Seri I di Gampong Ujung Padang, Susoh, Aceh Barat Daya, Sabtu 1 Juni 2013.

Selaku pemerintah daerah, kata Yusrizal, ia mengucapkan selamat atas dilaksanakannya event itu. "Semoga acara ini menjadi agenda tahunan. Selamat datang kepada Ketua IMI Aceh di Nanggroe Breuh Siegupai,” ujar Yusrizal.

Setelah membuka acara, Yusrizal Razali didampingi Dandim 0110 Abdya Letkol Arm E Dwi Karyono AS, Ketua KPA 013 Wilayah Blangpidie Teungku Am Nasir, Ketua IMI Aceh Ibnu Rusdi, langsung menuju ke lapangan untuk mengangkat bendera sebagai tanda dimulai Kejurda Grasstrack yang diikuti sembilan kabupaten kota di Aceh.

Ketua Ikatan Motor Indonesia (IMI) Aceh, Ibnu Rusdi, mengatakan, lomba grasstrack sebagai bimbingan untuk generasi muda. "Mereka bukan hanya membalap tetapi bagaimana menjadi juara,” ujar Ibnu Rusdi.

“Jangan berpikir negatif atas diselenggaranya grasstrack, karena kami menegaskan apabila ada pembalap terbukti mengunakan narkoba langsung dikeluarkan,” ujar Ibnu Rusdi.

Ikatan Motor Indonesia Provinsi Aceh menggelar Seri I Kejuaraan Daerah Grasstrack di Gampong Ujung Padang, Susoh, Aceh Barat Daya, Sabtu 1 Juni 2013. Kejuaraan yang digelar sekitar pukul 16.00 WIB itu, memperebutkan piala Komite Peralihan Aceh 013 Wilayah Blangpidie.

Sekitar 60 pembalap dari sembilan kabupaten mengikuti kejuaraan, di antaranya Banda Aceh, Langsa, Aceh Tamiang, Bener Meriah, Aceh Barat, Aceh Barat Daya, Aceh Selatan, Subulussalam dan Aceh Singkil.[]

  • Uncategorized

Leave a Reply