Vonis Djoko Susilo: 10 tahun penjara, denda Rp500 juta

BEKAS Kepala Korps Lalu Lintas Kepolisian RI, Inspektur Jenderal Polisi Djoko Susilo divonis tahun penjara, denda subsider bulan kurungan, dalam kasus korupsi dan pencucian uang proyek simulator ujian surat izin mengemudi (SIM) yang menjeratnya.

Vonis ini dibacakan majelis hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Selasa (3/9/2013), di Pengadilan Tipikor, Jakarta Selatan.

"Menjatuhkan pidana terhadap terdakwa selama 10 tahun dan pidana denda Rp 500 juta subsider 6 bulan kurungan," demikian hakim ketua Suhartoyo, membacakan putusan seperti dilansir kompas.com

Sebelumnya, tim jaksa penuntut umum KPK menuntut Djoko dihukum 18 tahun penjara dan denda Rp 1 miliar subsider 1 tahun kurungan. Djoko juga dituntut membayar uang pengganti kerugian negara sebesar keuntungan yang diperolehnya dari proyek simulator SIM, yakni Rp 32 miliar.

Berikut adalah garis waktu perjalanan kasus Djoko Susilo seperti dilansir BBC Indonesia.

27 Juli 2012: KPK menetapkan Irjen Djoko Susilo sebagai tersangka untuk kasus korupsi simulator SIM.

Agustus 2012: Upaya KPK menyidik kasus ini menimbulkan friksi dengan Polri yang juga menginginkan kewenangan untuk mengusut kasus tersebut.

28 September 2012: KPK memanggil Irjen Djoko Susilo untuk menjalani pemeriksaan pertama. Klik Djoko menolak memenuhi panggilan itu dengan alasan penanganan kasus belum jelas.

5 Oktober 2012: Djoko memenuhi panggilan pemeriksaan Komisi Pemberantasan Korupsi untuk pertama kalinya.

8 Oktober 2012: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono Klik mengakhiri ketegangan antara KPK dan Polri dengan memerintahkan Polri menyerahkan kasus ini sepenuhnya pada KPK. "Polri biar menangani kasus lainnya," kata Presiden Yudhoyono.

3 Desember 2012: KPK menahan Djoko di rumah tahanan cabang KPK di Detasemen Polisi Militer (Denpom) Guntur Kodam Jaya, Jakarta Selatan.

14 Januari 2013: KPK menetapkan Djoko sebagai tersangka kasus dugaan tindak pidana korupsi pencucian uang (TPPU). Juru bicara KPK Johan Budi mengatakan pasal TPPU ini digunakan "untuk menimbulkan efek jera."

23 April 2013: Djoko menjalani sidang perdana di Pengadilan Tipikor

20 Agustus 2013: Jaksa mengajukan tiga tuntutan yaitu hukuman penjara 18 tahun, denda kerugian negara Rp32 miliar serta pencabutan hak politik yang jika dikabulkan hakim berarti Djoko tidak akan bisa menggunakan hak pilih di Pemilu 2014 atau memilih dan dipilih untuk jabatan publik.

3 September 2013: Majelis hakim menjatuhkan vonis atas Djoko. Berkas pertimbangan hakim mencapai 6.000 halaman dengan ketebalan 1,2 meter.

Drama dan kejutan di persidangan Djoko

>> Total aset yang disita mencapai Rp100 miliar dan terdiri dari 26 properti, 3 SPBU dan 4 mobil.

>> Djoko diketahui memiliki sedikitnya tiga istri, antara lain Dipta Anindita, Mahdiana dan Suratmi

>> Djoko adalah penggemar keris dan memiliki lebih dari 200 keris, berdasarkan kesaksian Indra Jaya Hariadi, orang kepercayaannya. Ia juga pernah membeli 16 keris dengan barter sebuah rumah mewah.

>> Djoko mengaku bahwa kekayaannya bertambah Rp80 miliar antara 2003-2012

>> Sejak 2005 ia menyamarkan harta-hartanya dengan menggunakan nama 12 orang kerabat dekat, termasuk istri dan anak buahnya

>> 27 Agustus 2013: Jaksa KPK, KMS Roni menemukan selembar uang US$100 di dalam buku lampiran nota pembelaan yang diberikan Djoko Susilo kepada jaksa dan majelis hakim. Belum diketahui bagaimana dan kenapa uang itu bisa berada di dalam buku tersebut. []
 

  • Uncategorized

Leave a Reply