Vivi Novia Rizqi, Meraup Untung dari Busana Muslim

BEBERAPA lemari menempel di dinding toko berlapis wallpaper corak bunga-bunga warna hijau muda. Lemari-lemari itu berisi pakaian muslim dan muslimah dengan ukuran beragam, mulai dari pakaian untuk anak-anak, remaja, dewasa, hingga orang tua.

Seorang perempuan menata manekin yang dipasangkan pakaian muslimah. Ia dibantu seorang karyawan. Perempuan itu bernama Vivi Novia Rizqi. Ia pemilik Imtiyaz Moslem Outlet, gerai yang menjual pakaian muslim. Terletak di kawasan Ateuk Pahlawan, Banda Aceh, Imtiyaz Moslem Outlet menjadi satu-satunya distributor pakaian muslim merek Keke di Banda Aceh.

Vivi menggagas usaha itu bersama suaminya, Rudi Iskandar, pada 2006. Modal awalnya Rp15 juta. “Setelah tsunami, suami saya sempat bekerja di sebuah NGO luar negeri. Saat kontrak habis, dia dapat pesangon dan sebagian besarnya dijadikan modal pertama usaha ini,” ujar Vivi kepada The Atjeh Times, Senin pekan lalu.

Saat itu, kata Vivi, ia dan suami memanfaatkan momen menjelang Ramadan dan Lebaran untuk berbisnis pakaian muslim. Setelah mencari-cari informasi, ia mendapat berita di internet bahwa salah satu produk pakaian merek Keke di Jakarta sedang mencari distributor di Aceh.

“Makanya memanfaatkan rezeki suami, saya dan dia sepakat mengajukan diri ke perusahaan pakaian di Jakarta menjadi distributor untuk wilayah Aceh,” ujar ibu dua putri ini.

Pertama sekali menjadi distributor, Vivi memanfaatkan ruang tamu rumah orang tuanya sebagai tempat usaha. Target penjualan pada tahun pertama Rp350 juta dan itu membuahkan hasil.

Pada 2007, ia tak lagi memakai ruang tamu rumah orang tuanya. Vivi menyewa toko di kawasan Keutapang untuk melanjutkan bisnisnya di sana. Lewat Imtiyaz Moslem Outlet, ia mulai memasarkan produk pakaian muslim dan muslimah merek Keke ke masyarakat Aceh. "Imtiyaz artinya sempurna, itulah nama yang kami pakai," ujar Vivi.

 Di Imtiyaz Outlet, baju muslim bayi pun tersedia. Belum lagi dengan baju koko, gamis, rok, mukena, kerudung, jilbab sekolah, sarung anak, sajadah anak, dan aneka aksesori lainnya. Pelanggan Vivi pun bertambah. Yang menarik dari Keke, ada baju muslim yang seragam untuk keluarga.

Pemilik merek Keke saban tahun meningkatkan target penjualan yang harus dicapai Vivi. Hingga tahun ketujuh ini, kata Vivi, Imtiyaz Moslem Outlet dipasang target Rp1,2 miliar. “Untuk target penjualan ini, insya Allah kami bisa memenuhinya sampai akhir tahun nanti,” ujar Vivi. Ia mendapatkan laba 10 persen dari jumlah target penjualan.

Hingga bulan ini, kata dia, setengah dari target sudah bisa dicapai. Biasanya menurut Vivi, menjelang Ramadan dan lebaran penjualan akan terus meningkat. Tahun lalu, Vivi mendapat bonus umrah setelah mencapai target penjualan Rp1 miliar di seluruh Aceh.

Harga produk Keke berkisar antara Rp50 ribu hingga Rp250 ribu. Menurut Vivi, harga seperti ini bisa dijangkau semua kalangan. Apalagi, kata dia, minat masyarakat Aceh dengan model-model pakaian muslim kian bertambah. Vivi menyebutkan Aceh masuk dalam tiga besar pangsa pasar produk Keke yang berpusat di Bandung dalam skala nasional.

Penjualan pakaian juga memakai sistem membership. Dealer dan agen, kata Vivi, menerima pemesanan pakaian secara grosir dan eceran. Ia juga aktif berpromosi hingga ke luar kota dengan merekrut agen dan menjadi sponsor dalam berbagai kegiatan.

Vivi kini mengelola 17 agen pakaian produk merek Keke di seluruh Aceh. “Sekarang saya masih mencari agen-agen untuk bisa mengenalkan produk Keke di kabupaten kota,” ujar Vivi. Selain itu, ia juga memiliki outlet serupa di Keutapang dan Neusu, Banda Aceh. Dari ketiga outlet ini, Vivi sudah menampung tujuh karyawan.

Ia menilai keberhasilannya itu buah kerja kerasnya bersama sang suami. “Kerja keras dan optimis pada setiap usaha yang kita nilai baik dan diterima masyarakat luas adalah modal penting dalam setiap pekerjaan. Ini yang selalu ditanamkan suami kepada saya.”[] REZA MUSTAFA | FIQIH PURNAMA

  • Uncategorized

Leave a Reply