Visia Dwinahara, Bintang Eumpang Breuh yang Bersinar

BAGI Anda penggemar film komedi Aceh Eumpang Breuh,  produksi Dhien Keramik, mungkin anda kenal gadis yang satu ini. Ya, Nur Azizah, gadis gampong yang membuat Yusniar pada akhir film edisi ke 8 ngambek karena diduga telah menjadi selingkuhan Bang Joni.

Kejadian bermula saat Bang Joni tengah tertidur di samping waduk tempat biasa Yusniar mencuci. Nur Azizah, yang kebetulan lewat kemudian membangunkan Bang Joni karena tertidur di tepi waduk. Setelah itu, Bang Joni mengucapkan terima kasihkarena telah dibangunkan sembari mengobrol santai dengan Dek Nur Azizah.  Yusniar yang kebetulan lewat, melihat kejadian itu. Yusniar salah sangka, kemudian mengambek dan menganggap Bang Joni telah mendua hati.

Itu adalah adegan ending film Eumpang Breuh edisi ke delapan.  Nur Azizah, sang pemeran gadis gampong yang membuat Yusniar (Nur Rasyidah) cemburu bukan main karena dianggap telah merebut hati Bang Joni (Abdul Hadi) dari Yusniar ternyata adalah seorang mahasiswa dan model dengan segudang prestasi.

Visia Dwinahara, begitulah nama asli pemeran Nur Azizah dalam film komedi Aceh itu. Visia, kini masih duduk di semester delapan Ekonomi Manajemen Universitas Malikul Saleh Lhokseumawe, ternyata bukan hanya pernah menjadi bintang film Eumpang Breuh, namun juga pernah berperan sebagai Yuni dalam film Aceh lainnya, Kuah Leumak.

Selain dalam dunia film, Visia juga rupanya terjun dalam dunia tarik suara. Beberapa lagu sudah ia hasilkan. Antara lain Dawood Pulpen, Bungoeng Seulanga, dan Kuah Tuhee.

“Visia juga pernah peran diklip album lagu Aceh Shaleha, bersama pelawak Bang Thaleb,” ujar Visia saat dijumpai Atjeh Post, Jumat, 10 Februari 2012 yang lalu.

Selain terjun dalam dunia entertainment, Visia rupanya juga seorang model. Bahkan, sebagai seorang model, Visia telah memperoleh segudang prestasi.

Prestasi-prestasi Visia dalam dunia modelling dimulai saat ia berhasil menjadi finalis Fire Rabbani Perwakilan Aceh tahun 2010. Dalam lomba itu, Visia bahkan berhasil masuk sepuluh besar Miss Fire Rabbani se Indonesia. Selain itu, dalam tahun 2010 juga, Visia berhasil menyabet Duta Wisata Aceh Utara.

Tak berhenti di situ, prestasi-prestasi lainnya terus ia dapatkan pada 2011. Dalam tahun 2011 itu, Visia menggumpulkan banyak penghargaan dalam karirnya.  Ia berhasil meraih predikat The Best Costum Fashion Show Glamour 2011, meraih juara harapan I Duta Aceh 2011, serta merebut juara harapan II Putri Bunga Se Aceh, juga pada tahun yang sama.

Perjalanan karirnya terus menanjak. Belum genap dua bulan tahun 2012, ia bahkan sudah menambah lagi daftar gelar prestasinya. Awal tahun 2012 ini, ia kembali menjadi juara III Fashion Busana Fantasi di Banda Aceh.

Dengan umur yang masih muda, genap 22 tahun pada 19 April 2012 mendatang, rasanya Visia mempunyai masa depan yang cukup cerah. Dengan berbagai pengalamannya sebagai model, penyanyi, bintang video klip, bahkan bintang film, rasanya bukan hal yang mustahil Visia dapat terjun dalam lingkup yang lebih luas tahun-tahun berikutnya.

Namun, tentang masalah itu, Visia rupanya punya pandangan sendiri. ““Orang tua juga tidak merestui jika Visia menjadi artis nasional. Visia terjun ke dunia hiburan hanya sebatas untuk menyalurkan hobi,” ujarnya sembari menambahkan bahwa pendidikan tetap menjadi fokus utamanya di masa depan. []

  • Uncategorized

Leave a Reply