Yusni Sabi: ISIS Tidak Akan Berkembang di Aceh

    19
    0

    Ketua Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Aceh, Prof. Yusni Sabi mengaku sedang mengkaji secara mendalam perkembangan gerakan Islamic State in Iraq and the Levant (ISIS) di Aceh.

    "Untuk sementara ini kami sedang mengkaji dan mempelajari secara lebih mendalam pengaruh ISIS di Aceh karena berdasarkan pernyataan resmi Presiden SBY kalau ISIS sudah masuk ke Indonesia," ujarnya ketika dihubungi ATJEHPOSTcom, Banda Aceh, Senin, 4 Agustus 2014.

    Namun Yusni meyakini gerakan tersebut tidak mendapat sambutan positif dan berkembang di Aceh. Dia juga membantah adanya keterkaitan antara ISIS dengan terorisme yang membentuk kamp pelatihan militer di Bukit Jalin, Jantho pada 2010 lalu. Hal ini merujuk pada pernyataan Direktur Institute for Policy Analysis of Conflict, Sidney Jones kepada Tempo.co beberapa hari lalu.

    Sidney Jones, menjelaskan pendukung utama milisi Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) di Indonesia adalah mereka yang membentuk kamp pelatihan militer di Aceh yang kemudian digerebek aparat pada tahun 2010.

    Mereka, pendiri kamp pelatihan militer di Jantho, Aceh, merupakan aliansi dari sejumlah kelompok ekstremis dari beberapa kota seperti Aceh, Medan, Solo, Malang, dan beberapa daerah di Jawa Timur, Bima, dan Poso. Belakangan dukungan juga datang dari kelompok esktremis Darul Islam dan jaringan teroris Banten.

    "Mereka sekarang yang menjadi inti pendukung ISIS di sini," kata Sidney yang ditemui di kantornya, Jakarta, Jumat, 1 Agustus 2014.

    Yusni Sabi mengatakan gerakan ISIS tidak punya potensi berkembang di Aceh meskipun daerah ini basis syariat Islam.

    "Gerakan ISIS ini bukanlah suatu gerakan aliran agama seperti Sunni atau Syiah, tapi lebih ke arah politik dan kekerasan, dan kita juga berharap radikalisme ini tidak akan berkembang di Aceh," ujarnya.[]