Yayasan Leuser International Dilindungi Keppres

YAYASAN Leuser International (YLI) berada dalam lindungan Keputusan Presiden atau Keppres No 33/1998 tentang pengelolaan Kawasan Ekosistem Leuser (KEL). Hal tersebut berakibat pada sulitnya mengeluarkan lembaga ini dari keterlibatannya di Leuser.

"Tidak bisa mengeluarkan YLI dari Leuser karena ada Keppres nya," kata Muhammad Nur, Direktur Wahana Lingkungan Hidup Indonesia atau Walhi Aceh kepada ATJEHPOST.co, Selasa, 6 Januari 2015.

Menurutnya hal yang bisa dilakukan untuk mengeluarkan YLI dari kawasan ekositem Leuser adalah dengan mencabut Keppres No 33/1998 tersebut.

"Barangkali DPRA mau melakukan advokasi untuk mencabut Keppres tersebut," ujarnya.

Sebagai catatan, Yayasan Leuser International berdiri pada 23 Juli 1994 berdasarkan akte Notaris Chufran Hamal, SH No 75. Pemerintah menetapkan YLI sebagai lembaga yang membantu pemerintah untuk pelaksana pengelolaan kawasan Ekosistem Leuser selama 30 tahun sejak ditetapkan.

Sebelumnya diberitakan, Sekretaris Komisi II DPR Aceh, H Muhammad Amru, meminta kepada pihak  terkait untuk segera melakukan audit organisasi lingkungan Yayasan Leuser  International (YLI) yang selama ini banyak melakukan aktifitas  di kawasan Taman Nasional Gunung Leuser. Namun keberadaan mereka secara keseluruhan tidak diketahui oleh masyarakat setempat.

"YLI harus segera diaudit, karena  program mereka paling getol menjual isyu Leuser," kata HM Amru kepada ATJEHPOSTco di ruang Komisi II DPR Aceh di Banda Aceh, Senin 5 Januari 2015.

Menurut Amru, YLI telah melakukan pekerjaan di kawasan Leuser sejak lama. Bahkan masyarakat sampai lupa kalau mereka merupakan lembaga yang punya program di Leuser.

"Ini harus segera ada tindakan  audit. Apalagi masyarakat mulai geram kepada lembaga yang mengatasnamakan Leuser tetapi tidak memberi manfaat pada masyarakatnya," ujar Amru.

Politisi Partai Aceh dari Aceh Tenggara ini juga meminta kepada pihak terkait agar audit juga dilakukan kepada semua lembaga yang bermain di Leuser. “Tujuannya, agar publik mengetahui informasi terkait agenda di kawasannya,” kata Amru.[]

Leave a Reply