Warga Minta Pemerintah Bangun Jembatan Darurat di Singgah Mata

    21
    0

    Warga lima desa di Kecamatan Baktiya Barat, Aceh Utara, meminta pemerintah segera membangun jembatan darurat di kawasan tersebut. Patahnya jembatan Singgah Mata saat dilintasi truck pengangkut pasir pada Sabtu, 19 Juli 2014 lalu, membuat warga kesulitan beraktivitas.

    Jembatan dengan panjang 18 meter dan lebar tiga meter itu merupakan penghubung antara Desa Singgah Mata dengan empat desa lainnya. Masing-masing Desa Cot Paya, Pucok Alue Buket, Cot Kupok dan Matang Raya.

    Keuchik Singgah Mata, Tgk Idris Mahmud kepada ATJEHPOSTcom, Senin 21 Juli 2014 mengatakan, saat ini warga dua dusun yang bermukim di sebelah utara jembatan kesulitan pergi ke sawah, karena posisi sawah berada di sisi selatan jembatan.

    “Demikian juga dengan warga di sisi selatan yang kesulitan tarawih karena masjid berada di sisi utara jembatan,” ujarnya.

    Menurutnya, saat tim teknis Dinas Pekerjaan Umum (PU) Aceh Utara turun ke lokasi jembatan patah pada hari kejadian, camat meminta untuk dibangun jembatan darurat sebelum pembangunan jembatan permanen.

    “Sejauh ini saya tidak tahu apakah usulan camat diterima atau tidak,” katanya.

    Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Aceh Utara, Risawan Bentara melalui Kabid Bina Marga, Muhammad, mengatakan hari ini pihaknya akan menemui Sekda guna membahas perihal jembatan Singgah Mata yang patah.

    “Wacana pembangunan jembatan darurat Singgah Mata sudah siap dan lengkap, tinggal kita bahas dengan Sekda. Namun demikian terkait model jembatan dan sumber dana masih dalam proses pembahasan,” ujarnya.

    Sebelumnya diberitakan, sebuah jembatan berkontruksi beton di Desa Singgah Mata, Kecamatan Baktiya Barat, Aceh Utara, ambruk ke sungai saat dilintasi truck pengangkut pasir BL 9113 KB, Sabtu 19 Juli 2014 sekitar pukul 13.00 WIB. Alhasil, truck beserta sopir ikut terjun ke dasar sungai.[]