Tukang Parkir Asal Aceh Dibakar Oknum TNI di Monas?

Yusri (40), seorang juru parkir di kawasan Monumen Nasional (Monas), dibakar, sekitar pukul 22.45 Wib, Selasa 24 Juni 2014. Pelakunya diduga oknum TNI berpangkat sersan satu berinisial H.

Sebelum dibakar oleh pelaku yang diduga oknum anggota TNI, Yusri, tukang parkir di Monas, sempat disiram dengan bahan bakar premium dahulu.

SI salah satu teman korban mengatakan dirinya mendengar teriakan minta tolong. Ternyata, teriakan atau erangan tersebut berasal dari mulut Yusri yang kondisinya sudah dilalap api.

"Saya baru ngelanjutin dagang, sekitar 15 menit kemudian korban udah kelalap api. Saya spontan lari nyamperin Yusri. Saya tinggalin barang dagangan saya," ujar SI, Rabu, 25 Juni 2014.

Para pedagang lainnya pun mencoba membantu SI untuk memadamkan api di tubuh Yusri. Menurut SI, Yusri yang terus-terusan berteriak minta tolong, para pedagang lain berinisiatif mengguyur badan Yusri dengan air mineral.

"Saya buka baju Yusri, biar padam gitu maksudnya. Gak kena kulitnya. Gak taunya makin gede apinya. Akhirnya pedagang-pedagang lain bantu, nyiramin si korban pake air mineral," jelasnya.

Korban yang berasal dari Aceh ini pun, langsung terkapar di lokasi dan api pun padam sekitar 22.30 WIB. Teman-teman Yusri pun langsung menghubungi pihak rumah sakit dan dibawa langsung ke RSPUD Tarakan.

"Kalau ga salah kejadian malam sekitar setengah sebelasan ya. Itu udah padam. Temen-temen langsung hubungi pihak rumah sakit biar Yusri bisa diselamatkan," ungkapnya.

SI pun saat diwawancarai mengingat jika pelaku sempat bertanya kepadanya mengenai pompa bensin mana yang terdekat dari lokasi. SI pun menjawab pertanyaanya yaitu di kawasan Cikini Raya.

"Saya ingat, si oknum itu sempat nanya ke saya. Dimana sih pomp bensin terdekat dari sini. Kata dia begitu, saya jawab di sekitaran Cikini Raya. Abis itu saya gak tau lagi tuh kemana dia. Mungkin ke pomp bensin daerah Cikini Raya itu, buat niat ngebakar si Yusri," jelasnya.

Tak hanya itu, FH (23) pun langsung memotong pembicaraan SI saat diwawancarai Warta Kota. Menurut FH, ia melihat pelaku membawa botol air mineral ukuran 600 militer dan langsung mengobrol dengan korban.

"Saya lihat kok si pelaku bawa botol aqua. Ngobrol ama si Yusri. Saya gak 'ngeh' kalau isi botol itu bensin. Saya liat si Yusri tiba-tiba disiram kepalanya. Tapi pas disiram itu saya gak ngeliat lagi. Saya langsung liat si Yusri tiba-tiba api udah ngebakar badannya si Yusri," terangnya.

FH pun kembali mengatakan, diduga isi botol air mineral tersebut terisi bensin yang sengaja disiapkan pelaku. Tak hanya itu, ketika Yusri dalam keadaan terbakar, pelaku pun pergi berjalan dan menyuruh teman-teman pelaku dari jauh untuk pergi.

"Kalau menurut saya sih isi botol itu bensin. Soalnya apinya bisa gede begitu. Gak mungkin kan kalau gak gunain bensin tapi apinya bisa gede begitu. Nah pas Yusri kebakar, si oknum itu pergi ngasih tanda ke temen-temennya dari jauh biar pergi," ungkapnya.

Saat ini Yusri tengah dirawat di RSUD Tarakan, Tanah Abang, Jakarta Pusat.

Sementara itu, Pengawas Pengamanan Unit Pelaksana Teknis (UPT) Taman Monas Dwi (30) mengaku tidak mengetahui persis awal kejadian terbakarnya juru parkir di tempat tersebut. Meskipun demikian, dia mendapat dua versi kejadian tersebut.

Menurut Dwi, yang sedang bertugas ketika peristiwa itu terjadi, kedua versi itu didapat dari pedagang dan seorang petugas intel Komando Distrik Militer.

"Saya pun dapat dua kronologi dari pedagang dan Intel Kodim (Komando Distrik Militer), tapi belum tahu kejadian pastinya seperti apa. Saya terima laporan saja," ucap Dwi, saat ditemui Kompas.com, Rabu (25/6/2014).

Versi pertama, kata Dwi, pedagang mengatakan korban terbakar karena ulah sendiri. Korban membawa botol berisi bensin dan memercikkan bensin ke jalan depan gerbang Monas. Korban pun melemparkan korek api yang dibakar ke arah cipratan bensin. Menurut pedagang, tambah Dwi, akhirnya korban terbakar sendiri.

Dwi melanjutkan, kronologi kedua yang ia dapat dari Intel Kodim. Sebelum kejadian, terjadi insiden pemukulan terhadap korban yang merupakan warga Aceh tersebut. Seusai dipukul, korban dibakar oleh oknum yang masih diselidiki identitasnya.[] sumber: tribunnews.com

Leave a Reply