Tiga Polisi Ditembak, Polda Papua Mengaku Kecolongan

Tiga polisi di Markas Polsek Pirime, termasuk Kapolsek, Jayawijaya Papua tewas akibat serangan sekelompok orang tak dikenal pada Selasa sekitar pukul 05:00 waktu setempat (pukul 03:00 WIB).

Serangan itu diduga dilakukan oleh kelompok yang selama ini diburu polisi dan berpusat di sekitar Wamena dan Nabire.

"Kami sebenarnya sudah identifikasi ini daerah-daerah rawan, bahkan kami sedang menyiapkan tambahan bantuan pasukan Brimob ke lokasi," kata Kepala Badan Reserse dan Kriminal Umum Polda Papua, Komisaris Besar (Pol) Wachjono kepada Wartawan BBC Indonesia, Dewi Safitri.

Selain membunuh aparat, polisi juga mendapati penyerang mengambil senjata dan lari ke wilayah lembah Pirime yang sulit dijangkau dengan kendaraan.

"Memang modusnya yang kita catat selama ini seperti itu, serang dan ambil senjatanya," tambah Wachjono.

Polisi Papua menyiapkan kewaspadaan lebih beberapa waktu terakhir, menjelang datangnya 1 Desember yang secara tradisional diperingati sebagai hari kemerdekaan kelompok pro negara Papua.

Nyaris bersamaan dengan peristiwa serangan hari ini, satu kompi Brimob bantuan dari Mabes Polri juga baru saja dikirim ke Papua.

"Pasukan bantuannya datang tapi keburu ada kejadian ini," sesal Wachjono.
'Lengah'

Penembakan dan penyerangan aparat di Papua terutama marak terjadi di lokasi terpencil, kawasan gunung atau lembah yang sebagian sulit dijangkau kendaraan.

"Distrik Pirime ini bisa didatangi dengan mobil tapi menuju Polsek (yang diserang) harus jalan kaki lagi berkilo-kilo meter," kata Wachjono.

Serangan sebelumnya menewaskan Brigadir Yohan Kisiwaitouw seorang anggota Polres Paniai pada bulan Agustus, sementara anggota Polres Tolikara Bripda Jefrry L Runtoboy tewas ditembak orang tak dikenal di Distrik Wenan, Wamena September lalu.

"Kita sudah identifikasi memang ini titik konsentrasi kelompok pengacau keamanan, makanya ada seruan khusus pada Polres dan Polsek siaga 24 jam," tegas Wahjono.

Yang terjadi di Pirime dalam insiden serangan terakhir Selasa pagi, menurutnya adalah bentuk 'kelengahan' petugas.

"Memang ini sulitnya, sudah siaga berjam-jam, lengah cuma beberapa jam lalu diserang sehingga kecolongan"
 
Kapolda Papua Inspektur Jendral (Pol) Tito Karnavian, yang baru tiga bulan menempati jabatan ini setelah sebelumnya aktif berdinas dalam tim pemburu terorisme kepolisian dan BNPT, bersama sejumlah pejabat siang ini mendatangi lokasi kejadian.

Selain peringatan 1 Desember, sekitar 14 ribu aparat kepolisian juga menghadapi ancaman keamanan dari proses pemilihan kepala daerah Papua yang akan segera berlangsung.

Pada 13 Desember mendatang, KPUD Papua akan mengumumkan hasil verifikasi calon gubrenur dan wagub, yang dikhawatirkan berpotensi menciptakan gangguan keamanan.| sumber: bbc.co.uk

Leave a Reply