Tersangkut Granat dan Shabu, Pria Ini Dihukum Empat Tahun Penjara

    24
    0

    LHOKSEUMAWE- Pengadilan Negeri Lhokseumawe menghukum Muzakir,34 tahun, warga Desa Mongeudong, Lhokseumawe 4 tahun penjara dan denda Rp800 juta subsidair (hukuman pengganti) 3 bulan kurungan. Dalam sidang, Rabu, 29 Februari 2012, majelis hakim menyatakan terdakwa ini terbukti bersalah karena memiliki granat dan sabu-sabu.

    Putusan itu lebih ringan dari tuntutan jaksa yang menuntut terdakwa Muzakir dihukum 6 tahun penjara dan denda Rp800 juta subsidair 3 bulan kurungan. Tapi majelis hakim Syamsul Qamar, Azhari dan Ismail Hidayat sependapat dengan jaksa penuntut umum (JPU) Ferdiansyah bahwa terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah menurut hukum sebagaimana diatur dalam pasal 1 UU Nomor 12 tahun 1951 atau UU Darurat dan pasal 112 UU Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika.

    Menanggapi putusan hakim, terdakwa Muzakir melalui penasehat hukumnya Maimun Idris menyatakan menerima. Sedangkan JPU Ferdiansyah menyatakan pikir-pikir terlebih dahulu untuk menentukan sikap: menerima atau tidak.

    Fakta terungkap dalam persidangan, Muzakir memperoleh bahan peledak itu dari seorang oknum aparat yang membeli sabu-sabu pada terdakwa ini. Lalu, granat tersebut diberikan kepada Anurullah, warga Tumpok Teungoh, Lhokseumawe yang kemudian dilempar ke rumah Ketua Badan Reintegrasi Aceh (BRA) Lhokseumawe Hamdani di Desa Ulee Jalan, Lhokseumawe, 12 September 2011.

    Itu sebabnya, polisi menangkap Muzakir sebagai tersangka yang memiliki dan menyimpan granat. Ketika itu, 22 September 2011, polisi juga menemukan sabu-sabu di rumah Muzakir. Pria yang biasa dipanggil Kiki ini sebelumnya juga pernah mendekam dalam penjara karena terbukti mengedarkan sabu-sabu.

    Secara terpisah, Rabu siang, Pengadilan Negeri Lhokseumawe menyidangkan terdakwa Adnan Nur, juga terkait penggranatan rumah Ketua BRA Hamdani. Dalam sidang ini, JPU menuntut Adnan, warga Desa Uteun Bayi, Lhokseumawe delapan bulan penjara. Adnan yang merupakan pegawai negeri sipil, dinilai terbukti bersalah ikut serta melakukan perbuatan tidak menyenangkan karena mengantar Anurullah saat melempar granat ke rumah Hamdani.

    Usai mendengar tuntutan, terdakwa Adnan melalui pengacaranya menyatakan akan mengajukan nota pembelaan dalam sidang Rabu pekan depan.[]