Tanda bangkrutnya Batavia Air sudah terlihat sejak lama

    16
    0

    JAKARTA – Pengadilan Niaga Jakarta Pusat telah memutuskan mempailitkan PT Metro Batavia selaku operator maskapai penerbangan Batavia Air. Sesungguhnya, tanda-tanda kebangkrutan Batavia Air sudah terlihat sejak lama.

    Hal ini sudah diamati oleh pemerintah melalui Kementerian Perhubungan. Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Herry Bakti menuturkan, Batavia Air sudah mulai 'goyang' dan menunjukkan tanda bangkrut ketika muncul rencana penjualan kepada AirAsia.

    "Dia tidak efisien. Tidak tertib cash flow bisa saja. Dia tidak utilisasi dengan bagus. Rencana terbang ke Jeddah tidak terencana sedangkan sewa pesawat bayar terus," kata Herry di kantornya, Rabu (30/1).

    Kabar mengenai akuisisi Batavia Air oleh AirAsia muncul pada Agustus tahun lalu. Namun, akuisisi itu urung dilakukan. Teka-teki penyebab batalnya akuisisi tersebut masih tanda tanya hingga saat ini. Hanya saja, kajian dari OSK Research Sdn Bhd seperti yang dilansir dari Borneo Post menyebutkan, ada dugaan bahwa batalnya langkah AirAsia ini disebabkan karena Batavia Air mempunyai utang menumpuk.

    Lembaga penelitian lain, RHB Research Institute, berpendapat bahwa sejak awal tidak tertarik dengan transaksi tersebut lantaran ada semacam jebakan yang akan berpotensi meningkatkan biaya restrukturisasi di tubuh AirAsia.

    Terlepas dari itu, Herry melihat pailit yang menimpa Batavia Air atau Mandala Air yang juga pernah berhenti beroperasi, tidak ada kaitannya dengan makin banyaknya maskapai penerbangan kelas menengah.

    Herry menjelaskan, pertumbuhan industri maskapai penerbangan Indonesia masih menunjukkan tren positif.

    "Growth kita tetap saja naik, yang tidak efisien yang bertahan kan dia. Dalam dunia ekonomi wajar wajar aja," ucap Herry.

    Dia mengklaim, pemerintah terus mengevaluasi kinerja maskapai penerbangan nasional. Tidak hanya kelas menengah, penerbangan kelas LCC dan full service pun tetap dipantau dalam radar Kemenhub.

    "Semunya kita evaluasi, tempat lain di negara lain juga ada kejadian seperti ini," tegasnya. | sumber: merdeka.com