Tak puas Ario Bayu perankan Soekarno, Rachmawati layangkan somasi

BARU selesai melakukan proses syuting film SOEKARNO INDONESIA MERDEKA, rumah produksi Multivision Plus (MVP) mendapat protes dari keluarga Soekarno. Anak dari tokoh proklamator, Rachmawati Soekarno Putri melarang penayangan film tersebut.

Bahkan, ibunda dari Didi Mahardika itu melayangkan somasi terhadap Raam Punjabi. Hal tersebut diutarakan Rachmawati saat menggelar jumpa pers di Universitas Bung Karno, Jakarta Pusat, Jumat 13 September 2013.

"Sebagaimana undangan yang kita layangkan dari Yayasan Pendidikan Soekarno ini mau menjelaskan bahwa pada tanggal 12 September 2013 lalu saya telah melayangkan somasi terhadap MVP kepada Pak Raam. Hal ini berkaitan dengan masalah perjanjian pembuatan film. Dalam hal ini saya dan pihak MVP mau buat film. Tadinya ada 2 episode," katanya.

"Sebagaimana diketahui, ide awal ini dari saya. Tidak ada yang ikut serta dalam pembuatan ide film ini kecuali saya. Saya tanya ke artis, siapa yang patut menjadi sutradara. Posisi saya sebenernya sebagai produser. Dari beberapa masukan, masuk nama Hanung. Saya undang dulu Hanung, kita berbincang-bincang tentang film ini. Hanung bilang bicarakan nanti berapa episode, mau 3 episode waktu itu," lanjutnya.

Singkat cerita, perjanjian pun batal ketika masuk produser Raam Punjabi melakukan intervensi pemilihan pemain. Sosok Ario Bayu yang berperan sebagai Soekarno tidak disetujui oleh Rachmawati, lantaran dianggap tidak nasionalis. Hanung pun sepakat, karena Ario meminta bayaran terlalu tinggi.

Tapi pihak MVP justru melanjutkan produksi film yang mengambil cerita kisah presiden pertama Indonesia itu dengan tokoh sentral Ario Bayu.

"Saya kaget ada 3 nama yang coba diberikan Raam untuk di-casting. Pertama, Agus Kuncoro. Itu saya tolak. Darius Sinathrya, juga saya tolak. Dan Ario Bayu, yang kelihatan sudah diplot Hanung kalau dia paling pas. Saya sudah bilang, sudah nggak cocok," ucapnya.

"Tapi dia syuting di Jogja, pake Ario Bayu. Saya telepon Raam. Kamu itu menyalahi perjanjian. Walhasil, dari itu semua saya layangkan surat. Kayaknya Raam tidak mengindahkan komplain saya. Saya akhirnya mundur dari produksi film. Saya takut terjebak Soekarnoisasi. Saya memutuskan tidak terlibat, karena takut men-down great Soekarno," pungkasnya.[] sumber : kapanlagi.com

Leave a Reply