Surat Penyidikan Koordinator BRA Dikirim ke Jaksa Selasa Mendatang

    19
    0

    LHOKSUKON – Penyidik Satuan Reserse dan Kriminal Kepolisian Resort Aceh Utara telah memeriksa tiga saksi, dalam kasus dugaan penipuan yang dilakukan Muhammad Hasan (40 tahun) Koordinator Badan Reintegrasi Aceh atau BRA Syamtarlira Aron, Aceh Utara.

    Polisi Aceh Utara pada Selasa 6 November 2012 mendatang, akan mengirim Surat Perintah Dimulainya Penyidikan (SPDP) ke Kejaksaan Negeri Lhoksukon.

    Kepala Polres Aceh Utara AKBP Farid BE, melalui Kasat Reskrim AKP Marzuki, kepada ATJEHPOSTcom, Sabtu 3 November 2012 mengatakan, saat ini sudah empat saksi yang diperiksa dalam kasus itu.

    “Dalam waktu dekat kita akan periksa tiga saksi lainnya. Sedangkan SPDP ke Jaksa akan dikirim Selasa nanti.”

    Seperti yang diketahui, Muhammad Hasan (40 tahun), Koordinator Badan Reintegrasi Aceh (BRA) Syamtalira Aron, Aceh Utara, ditahan Polres setempat atas dugaan kasus penipuan terhadap masyarakat korban konflik.

    Lelaki asal Desa Dayah Aron, Kecamatan Syamtalira Aron itu sebelumnya sempat disekap oleh kelompok MNZ Cs pada 24 Oktober 2012 lalu. Ia resmi ditahan Satreskrim Polres Aceh Utara, Rabu 31 Oktober 2012 dengan dugaan penipuan sebesar Rp 95 juta.

    Tujuh warga (korban) yang telah melapor masing-masing, lima warga dari Desa Matang Kumbang, Kecamatan Baktiya, yakni Rusli (40), Ibrahim (40), M, Jamil (50), Bahtiar (47) dan M, Ali (51). Lalu, Ifriani (25) warga Kecamatan Syamtalira Aron dan Fauziah (45) warga Gampong Nga, Kecamatan Baktiya Barat.

    “Dari tujuh korban yang ada, hanya M Ali yang menyetor Rp 5 juta, sedangkan yang lainnya masing-masing Rp 15 juta.”(bna)