Soal larangan menari, koordinator Sanggar Cut Meutia Aceh Utara pasrah

    9
    0

    KOORDINATOR Sanggar Cut Meutia Meuligoe Aceh Utara, Mustafa Kamal menunjukkan sikap pasrah terkait imbauan bupati yang melarang perempuan dewasa di muka umum.

    “Kami tergantung arahan dari ketua sajalah,” kata Mustafa Kamal saat ditemui ATJEHPOSTcom di Lhokseumawe, Senin, 27 Mei 2013.

    Dengan sikap lesu, Mustafa Kamal mengaku belum berjumpa dengan Ketua Sanggar Cut Meutia, Cut Ratna Irawati, istri Bupati Aceh Utara Muhammad Thaib atau Cek Mad untuk berkoordinasi menyangkut hal itu.

    Menurut Mustafa, sejauh ini pihaknya masih menggelar latihan seperti biasa. “Tapi untuk tampil dalam acara-acara tertentu tidak dulu, karena kami belum mendapat arahan dari ketua,” ujarnya.

    Secara pribadi Mustafa merasa bingung dan tidak tahu harus bersikap bagaimana dalam merespon imbauan tersebut. Sebab, kata dia, dari sisi tugas pihaknya harus mendukung apapun keputusan bupati selaku pemimpin.

    Mustafa kemudian menyebutkan, “Kita terima saja kalau memang nanti bagi perempuan dewasa dilarang menari, para senior (anggota sanggar) tersebut diarahkan ke pelatih. Karena saat ini di sanggar itu dominannya penari dewasa tingkat SMA dan mahasiswa”.

    Kata dia, kalau sudah ada petunjuk dari ketua sanggar maka pihaknya akan turun ke kecamatan-kecamatan mencari anak-anak usia sekolah dasar (SD) untuk dilatih menjadi penari tarian tradisonal dan tari kreasi baru.[](iip)