Singapura Bebaskan WNI dari Hukuman Mati

    21
    0

    SINGAPURA-Kabar gembira bagi warga negara Indonesia di Singapura atas nama Nurhayati. Warga Indramayu, Jawa Barat, yang didakwa membunuh anak majikan yang berusia 12 tahun itu bebas dari hukuman mati. Hukuman Nurhayati menjadi 20 tahun penjara atau maksimal seumur hidup.

    "KBRI Singapura di bawah Duta Besar Andri Hadi, bersama tim penasihat hukumnya berhasil membebaskan status dari tuntutan hukuman mati itu," kata Direktur Informasi dan Media Kementerian Luar Negeri, PLE Priatna, dalam keterangan tertulis, Rabu 11 Juli 2012.

    KBRI Singapura meneruskan keputusan Jaksa itu kepada pihak keluarga Nurhayati di Indramayu. Keluarga juga dijadwalkan untuk dapat menemui Nurhayati, sebelum sidang lanjutan, yang akan digelar pada tanggal 17 Juli 2012 mendatang.

    Jaksa Penuntut Umum Pengadilan Singapura menurunkan tuntutan kepada Nurhayati. Hukuman Nurhayati berubah menjadi hukuman penjara selama 20 tahun atau maksimal penjara seumur hidup.

    Duta Besar RI untuk Singapura, Andri Hadi, menyampaikan, pemerintah RI akan terus memberikan pendampingan yang terbaik bagi Nurhayati. Di tengah proses hukum yang sedang berlangsung, pemerintah RI berupaya agar hukuman Nurhayati dapat dapat diturunkan kembali menjadi maksimal 10 tahun.

    Permohonan keringanan itu juga didasarkan atas pertimbangan bahwa Nurhayati ketika itu, masih berusia 16 tahun, dengan "beban tersendiri" mengasuh anak majikannya yang cacat.

    Nurhayati juga kerap dimarahi majikan dan diancam akan dipotong gajinya apabila membuat kesalahan atau lamban dalam bekerja. Pada bulan Maret 2012 KBRI Singapura juga berhasil membebaskan Fitriah Depsi Wahyuni, pekerja rumah tangga asal Jember dari vonis hukuman mati. Pembebasan itu melalui upaya pendampingan yang dilakukan KBRI Singapura. | sumber:viva