Setelah Bunda Putri, kader PKS sebut Bunda Daging

    28
    0

    SIDANG kasus suap impor daging terus memunculkan nama baru. Dalam persidangan terdakwa Luthfi Hasan Ishaaq hari ini, Kamis, 24 Oktober 2013, jaksa penuntut umum memperdengarkan bukti rekaman percakapan Budiyanto, Ketua Dewan Pimpinan Pusat Bidang Pengembangan Kepemimpinan Partai Keadilan Sejahtera, dengan Ahmad Zaky, bekas sekretaris pribadi Presiden PKS Luthfi Hasan.

    Dalam percakapan telepon tersebut muncul nama “Bunda Daging”. ”Kemungkinan nanti malam setelah Menteri ente kasih ini data. Eee… Bunda lagi yang njemput, nih, kalau ini Bunda Daging, he-he-he," ujar jaksa Wawan Yunarwanto membacakan isi percakapan Budiyanto dengan Ahmad Zaky.

    Budiyanto yang dikonfirmasi oleh jaksa mengelak menyebut nama Bunda Daging. "Saya tidak ingat," ujar Budiyanto. Dalam percakapan tersebut keduanya membahas adanya “surat dari Bunda”. Ia mengaku tidak mengingat isi percakapannya dengan Ahmad Zaky.

    "Saya tidak tahu, mungkin Ahmad Zaky menceritakan pengalaman beliau. Beliau berinteraksi dengan Departemen Pertanian," ujar Budiyanto. Percakapan itu, kata Budiyanto, sedang membahas kuota buah dengan Ahmad Zaky.

    Budiyanto mengklaim tidak menyebut “Bunda” dan “daging”. Menurut dia, hal itu diucapkan Ahmad Zaky. Ia mengatakan hanya merespons pembicaraan sebagaimana orang berbicara di telepon.

    “Iya, bahwa di daging itu ada bundanya,” ujar Budiyanto ketika terus didesak jaksa siapa Bunda Daging yang dimaksud dalam percakapannya. Ia mengatakan Bunda yang dimaksud Ahmad Zaky di daging, “Orang yang menguasai pengaturan kuota daging.”

    Sebelumnya, nama Bunda Putri muncul dalam persidangan Ahmad Fathanah. Luthfi Hasan mengaku mengenal Bunda Putri dari Hilmi Aminuddin, Ketua Dewan Syuro PKS. Luthfi juga mengatakan Bunda Putri orang Istana. | Sumber: tempo.co