Sepekan Sudah Pemerintahan AS ditutup, belum ada tanda-tanda berakhir

    18
    0

    TUJUH hari sudah pemerintahan Amerika Serikat (AS) ditutup, dan selama sepekan ini pula Presiden AS Barrack Obama dan anggota Kongres terus membahas anggaran pemerintah 2013-2014. Kedua pihak tidak mau bernegosiasi sehingga belum ada tanda-tanda berakhirnya penutupan pemerintahan AS.

    "Saya ingin sekali bernegosiasi (dengan Partai Republik) tapi kami tidak bisa melakukannya dengan pistol yang mereka acungkan ke kepala rakyat Amerika," kata Obama seperti dikutip dari Time.com, Selasa (8/10/2013).

    Tutupnya pemerintahan AS ini merupakan yang pertama kali dalam 17 tahun terakhir. Penutupan pemerintahan ke-18 ini terjadi tepat pada Selasa 1 Oktober 2013 waktu setempat pada pukul 00.00 dini hari.

    Satu hari sebelumnya, kongres AS yang terdiri dari Partai Demokrat dan Republik (oposisi) gagal mencapai kesepakatan atas anggaran pemerintah AS 2013-2014. Alhasil pada tenggat waktu 1 Oktober pemerintahan AS pun ditutup.

    Tak hanya sekali, pemerintahan AS sudah ditutup sebanyak 17 kali sebelumnya. Government Shutdown ini pertama kali terjadi pada tahun 1976. Presiden AS yang pernah mengalami ditutupnya pemerintahan antara lain Gerald R. Ford, Jimmy Carter, Ronald Reagan, George Bush Sr., dan Bill Clinton. Jika dilihat dari pembahasannya, akar masalahnya masih seputar isu kesehatan.

    Presiden Barack Obama menjadi pemimpin AS yang mengalami tutupnya pemerintahan ke-18 kali dalam sejarah Paman Sam. Masalah pada anggaran AS diributkan setelah pemerintahan Obama mengajukan Obamacare, yaitu kesetaraan kesehatan untuk warga AS.

    Gara-gara batal ketok palu soal anggaran, akhirnya pemerintahan AS harus ditutup sementara karena tidak ada dana yang disetujui. Imbasnya pun cukup luas, di antaranya 800.000 PNS libur sementara tanpa digaji, museum dan taman nasional ditutup, kegiatan pertahanan dan keamanan AS hanya beroperasi ala kadarnya.

    Seluruh dunia pun bertanya-tanya, apa yang akan terjadi selanjutnya terhadap negara adidaya tersebut? (10 Pertanyaan yang Timbul Gara-gara Pemerintahan AS Tutup). Banyak yang mengkhawatirkan tutupnya pemerintahan ini bisa berdampak buruk bagi ekonomi dunia.

    Para menteri di dalam negeri juga memprediksi jika tutupnya pemerintahan AS berlarut-larut maka ekonomi Indonesia bisa terkena dampak buruknya. Namun untungnya, sejauh ini belum ada dampak yang signifikan.

    Situasi ekonomi Indonesia masih berjalan dengan baik. Situasi di pasar modal juga tidak terlalu buruk, sepekan terakhir Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih naik dan baru turun di awal pekan ini.

    Setelah berjalan sepekan ini, pemerintahan AS juga terancam gagal bayar utang-utangnya yang saat ini hampir mencapai batas US$ 16,7 triliun. Jika senat dan kongres AS tidak menyetujui tambahan utang, maka pemerintah AS bisa benar-benar kehabisan uang.

    PNS AS hampir tak dapat gaji

    Para pegawai federal AS yang dirumahkan, sekitar 800.000, tadinya tidak akan dapat gaji selama pemerintahan ditutup. Tapi sebanyak 533 anggota Kongres AS alias DPR yang menyebabkan ditutupnya pemerintahan tetap akan dapat gaji.

    Hal ini memicu protes di berbagai penjuru AS. Pasalnya, bukan hanya PNS saja yang dirumahkan, para pegawai swasta juga kena imbas ditutupnya pemerintahan. Perusahaan mereka yang terikat proyek dengan pemerintah juga dihentikan.

    Akhirnya pegawai federal AS akan dapat gaji di akhir bulan ini meski pemerintahannya masih tutup. Hal ini sudah disepakati voting Kongres AS dalam pertemuan yang digelar pekan lalu waktu setempat.

    Dalam pertemuan itu juga dibahas mengenai tutupnya pemerintahan AS, yaitu soal anggaran pemerintah 2013-2014. Sayangnya poin tersebut gagal mencapai kesepakatan. | sumber : detik