Semangat Dewi Meuthia Go Internasional-kan Aceh Lewat Kasidah

    15
    0

    Selama ini kasidah hanya dikenal sebagai jenis musik yang terkesan out of date; ketinggalan zaman. Namun tidak demikian bagi Dewi Meuthia.

    Menurut Ketua Umum Lasqi atau Lembaga Seni Qasidah Aceh ini, musik terus berkembang begitu juga dengan kasidah. Karena itu dalam setiap festival nasional tahunan Lasqi Aceh selalu langganan juara dua.

    Bahkan dalam perkembangannya Lasqi Aceh pernah meraih juara ketiga dalam event internasional di Turki. Prestasi Lasqi ini yang kemudian menjadi cikal bakal dipilihnya Aceh sebagai tuan rumah dalam event Folklore Internasional di tahun 2011 yang diselenggarakan oleh UNESCO.

    Pada saat itu Dewi langsung menjadi ketua panitia penyelenggaranya. “Menurut sponsor yang membawa kami ke Turqi, selama mereka membawa kontingen kasidah Indonesia belum pernah ada yang mendapatkan juara. Jadi Aceh merupakan kontingen pertama dari Indonesia yang langsung mendapatkan prestasi juara tiga di event internasional,” kata Dewi kepada The Atjeh Post, di kediamannya, Sabtu 7 April 2012.

    Menurut Dewi dalam setiap penampilannya Lasqi Aceh selalu ditunggu-tunggu untuk penampilan kolaborasinya. Mereka kerap menyuguhkan lagu kasidah yang dikombinasikan dengan musik etnik Aceh. Mereka juga mengadopsi gerakan-gerakan tari seperti Saman, Rateb Meuseukat, atau Tari Pukat sehingga penampilan kasidah lebih atraktif.

    Karena itu, tak heran jika Lasqi sering ditunjuk secara mendadak untuk ambil bagian dalam acara opening ceremonial.

    "Tapi kita selalu siap, jadi meski pun dadakan tidak masalah lagi," tutur Dewi yang tak lain adalah istri mantan Wakil Gubernur Aceh Muhammad Nazar yang tahun ini kembali mencalonkan diri sebagai gubernur.

    Untuk 2012 ini Dewi berharap Lasqi Aceh bisa segera memasuki tahap recording, agar bisa segera mengeluarkan album. Tim Lasqi Aceh juga sudah menyiapkan beberapa judul lagu untuk diproduksi.

    "Dengan begitu masyarakat bisa mengetahui bahwa lagu-lagu kasidah juga bisa berkembang sesuai dengan perkembangan zaman."

    Tahun ini juga Dewi sudah mendapatkan kabar bahwa mereka mendapat undangan pada acara Folklore di Jordania pada Juli nanti. "Itu artinya Aceh sudah mendapat tempat di event-event internasional."

    Dengan adanya pertukaran budaya seperti itu, kata Dewi, akan membuat masyarakat internasional lebih mengetahui tentang kebudayaan Aceh. “Kita menunjukkan kepada mereka bahwa Aceh itu terbuka terhadap kebudayaan lain meski kita mayoritasnya muslim.”[]