Sekda Aceh Tanam Perdana Pilot Project Food Estate di Calang

PEMBANGUNAN kawasan pangan (food estate) seluas  30 hektar dengan menggunakan teknologi Kubota Riding Transplanter (menanam padi dengan mesin) yang dipusatkan di Gampong Padang kabupaten Aceh Jaya, menjadi areal pilot project untuk tingkat Aceh.

Program swasembawa pangan ini terlaksana atas kerjasama Pemkab Aceh Jaya, Pemerintah Aceh dan PT Puga Padi Gerbang Raja selaku investor.

“Program ini diharapkan berjalan mulus, sehingga tidak hanya mampu meningkatkan produktivitas padi, tapi juga dapat mendorong meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” kata Sekda Aceh Drs Dermawan MM, mewakili Gubernur Aceh, saat melakukan Tanam Perdana Pilot Project Food Estate di gampong Padang, kecamatan Setia Bhakti, kabupaten Aceh Jaya, Rabu (16/4/2014)

Sekda mengatakan, sektor pertanian dan tanaman pangan mendapat tempat khusus sebagai salah satu program prioritas Pemerintah Aceh ke depan. Sektor ini menjadi penting, sebab ada sekitar 60 persen keluarga di Aceh yang menggantungkan hidupnya dari pertanian.

“Kita tidak boleh malas. Hilangkan kemalasan sebab negeri kita makmur, negeri kita Subur dan areal sawah membentang dengan luas, mari kita garap bersama. Saya terus menyeru tapi tanpa inisiatif dari masyarakat mustahil sector pertanian kita maju,” tegasnya.

Sekda Dermawan menuturkan, Pemerintah terus melakukan berbagai upaya untuk menggerakkan sektor pertanian. Misalnya, tambah Sekda, menggalakkan gerakan revitalisasi pertanian di Aceh melalui berbagai kegiatan, antara lain Gerakan Percepatan Tanam Padi  dan Pengendalian Hama Terpadu serta Penggunaan bibit unggul kualitas terbaik dan penanaman secara serentak di berbagai daerah.

“Juga ekstensifikasi dan Intensifikasi lahan pertanian serta mengundang investor untuk turut serta  menggerakkan sector pertanian,” pungkasnya.

Pemerintah Aceh, kata sekda, sangat mendukung langkah nyata Pemerintah Kabupaten Aceh Jaya dan berharap menjadi stimulus bagi daerah lain di Aceh, bahkan di nusantara ini. Ia percaya,  jika semua upaya ini di optimalkan, maka langkah peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui pengembangan sektor pertanian akan berjalan dengan baik. 

“Untuk itu saya menghimbau kepada seluruh masyarakat dan para kepala daerah jangan tinggal diam menyikapi kebutuhan sector pertanian ini. Semua potensi harus diberdayakan,  termasuk pemanfaatan lahan-lahan kosong agar sector pertanian terus berkembang dan mampu menjadi penopang pertumbuhan utama ekonomi Aceh,” kata Dermawan.

Dirjen Pengembangan Sarana dan Prasarana Kementerian Pertanian RI, Dr. Ir. Sumarjono Gatot Irianto mengemukakan, sasaran produksi padi tahun 2014 ditetapkan 76,6 juta ton GKG. Untuk mencapai sasaran produksi tersebut dilakukan melalui berbagai strategi, antara lain, meningkatkan produktifitas dan perluasan areal tanam.

“Strategi lainnya yaitu pengamanan produksi melalui pengendalian organisme pengganggu tumbuhan dan mitigasi dampak perubahan iklim,” jelasnya.

Lebih lanjut Sumorjono mengatakan, Aceh sabagai salah satu sentra produksi padi di Sumatera, sangat diharapkan agar produksinya pada tahun 2014 meningkat dari tahun lalu, dan terus meningkat dari tahun ketahun.

"Program Food Estate di provinsi lain baru sekedar wacana, rencana, namun belum berjalan seperti yang diharapkan,"  terangnya.Diakuinya, food estate ini akan menjadi area pangan lokal Aceh yang bisa menjadi patokan nasional untuk kebutuhan produksi pasokan pangan lokal, khususnya area Aceh.

“Di gampong Padang Aceh Jaya ini adalah awal dari sebuah cerita dan harapan baru. Prospek dari program ini sungguh sangat bagus,” kata Dirjen.

Dalam pengembangan Food estated, jelas Sumajono lagi, kendala utama yang dikeluhkan para investor adalah kejelasan status lahan (clear and clean) serta dukungan infrastruktur.

“Untuk itu Pemerintah Pusat sangat mendukung apabila pemerintah provinsi dan kabupaten/kota telah mampu menetapkan lahan/kawasan yang telah jelas statusnya,” ujarnya.

Sementara Bupati Aceh Jaya Ir Azhar Abdurrahman mengatakan bahwa saat ini Aceh Jaya masih tersisa potensi alam lahan sawah 26.768 Ha, dan diperlukan pengembangan di sector pertanian sehingga dapat menyahuti program swasembada pangan nasional yang berkelanjutan.

“Dalam upaya itu, kami bekerjasama dengan PT. Puga Pade Gerbang Raja sebagai pilot project food estate yang diharapkan menjadi cikal bakal sistim budidaya padi secara modern,” jelas Bupati.

Bupati Azhar Abdurrahman menambahkan, teknologi modern yang dilakukan dengan sistim kemitraan ini dapat memfungsikan lahan tidur menjadi area produktif.

“Kedepan, program ini dapat berkelanjutan dalam skala yang lebih luas serta dapat diterapkan pada masyarakat Aceh Jaya dengan pola sawah inti rakyat,” harapnya.

Pencanangan Pilot Project Food Estate tahun 2014 ini dihadiriDirjen Pengembangan Sarana dan Prasarana Kementerian Pertanian RI, Dr. Ir. Sumarjono Gatot Irianto, Asisten Deputi Kemenko Perekonomian RI yang diwakili Wasito Hadi, Sekda Aceh Drs Dermawan MM, Kepala Badan Ketahanan Pangan Aceh Hasanuddin Darjo, Bupati Aceh Jaya Ir. Azhar Abdurrahman, Wabub Aceh Jaya, jajaran Forkopimda Aceh Jaya,Kepala Divre Bulog Wilayah Aceh, Pimpinan dan staf PT Puga Padi Gerbang Raja, unsur SKPA lingkup pemerintah Acehsertajajaran SKPK Aceh Jaya. Acara ini  juga diikuti ratusan petani binaan dan masyarakat setempat.[]

Leave a Reply