SBY akan Sampaikan Pidato Mengenai Situasi di Suriah

    25
    0

    Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menyampaikan pernyataan mengenai situasi terkini Suriah, di Istana Merdeka, Jakarta, malam ini, pukul 20.00 WIB, Kamis 19 Juli 2012. Tanggapan itu atas memburuknya situasi di Suriah akibat sejumlah upaya PBB yang gagal, sementara korban sipil yang tewas bertambah.

    “Saya kira dunia akan bersalah dan berdosa apabila konflik belum selesai. Saya bertanya-tanya mengapa Dewan Keamanan PBB gagal menghentikan tragedi kemanusiaan itu,” ujar Presiden Yudhoyono di sela-sela sidang kabinet paripurna yang membahas persiapan Ramadhan, di kantor Presiden, Kamis siang.

    Seterusnya ia katakan pula, bahwa beberapa langkah kongkrit untuk penyelesaian konflik Suriah sudah pernah ia sampaikan langsung kepada Sekjen PBB, Ban Ki-Moon.

    Namun, kata SBY, langkah-langkah kongkrit rupanya tidak bisa diterapkan semudah itu. "Pernyataan saya penting supaya didengar oleh negara lain, terutama mereka yang punya hak veto, yaitu Amerika Serikat, Inggris, Perancis, Rusia, dan Tiongkok. Jangan sampai negara-negara itu diam sementara krisis di Suriah tidak berhenti,” ujarnya.

    Ia menggarisbawahi, bahwa konflik yang kini berkecamuk di Timur Tengah menjadi salah satu faktor pencetus gerak lamban perekonomian dunia, pada beberapa tahun terakhir.

    Tiongkok yang pada tiga tahun terakhir biasanya mencatat pertumbuhan ekonomi hingga biasanya 11 persen, kata SBY, pada kuartal lalu hanya tumbuh 6,7 persen. India malah lebih rendah lagi, kata SBY.

    "Semua negara sekarang menghadapi persoalan besar bagaimana menjaga pertumbuhan. Kita masih sungguh bersyukur  kuartal pertama tumbuh 6,3 persen. Andaikan kuartal kedua juga tumbuh 6,3 persen ke 6,2 persen dalam situasi dunia seperti ini itu menurut saya sebuah prestasi  yang perlu kita syukuri kepada semua pihak yang bisa menjaga seperti itu,” ujarnya.[]