Rupiah dekati 10.000 per USD, dewan gubernur BI rapat mendadak

    10
    0

    SUASANA berbeda terlihat di gedung Bank Indonesia malam ini. Anjloknya nilai tukar rupiah yang kini mendekati Rp 10.000 per USD membuat seluruh Dewan Gubernur Bank Indonesia tiba-tiba menggelar rapat hingga larut malam.

    Rapat berlangsung sejak sore hari dan hingga kini belum juga selesai. Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Bank Indonesia Difi Ahmad Johansyah menuturkan, rapat dewan gubernur membahas strategi dan kebijakan baru yang akan diambil Bank Indonesia menyikapi terus melemahnya nilai tukar rupiah.

    "Akan ada kebijakan baru yang dijalankan selain intervensi," ujar Difi di gedung Bank Indonesia, Selasa (11/6).

    Difi menyebutkan, kebijakan baru di bidang moneter yang akan dijalankan Bank Indonesia untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah adalah menaikkan suku bunga deposit facility sebesar 25 basis poin. "Dari 4 persen ke 4,25 persen," jelasnya.

    Kebijakan baru ini, kata Difi, mulai diberlakukan Rabu (12/6). BI mengaku terus memantau pergerakan nilai tukar rupiah. Selama ini, jurus andalan BI untuk menjaga stabilitas rupiah adalah mengintervensi pasar valas.

    BI tidak ingin disalahkan dengan semakin melemahnya nilai rupiah. Difi mengklaim, bank sentral terus melakukan berbagai langkah agar rupiah tidak terus melemah.

    "Bank Indonesia sudah masuk ke pasar sehingga kurs rupiah ditutup pada level Rp 9.830 pada akhir hari perdagangan hari ini," kata Difi.

    Namun, langkah Bank Indonesia melakukan intervensi pasar valas dalam upaya memperkuat stabilitas nilai tukar rupiah terhadap USD menggunakan cadangan devisa (cadev), dinilai tidak tepat sasaran.

    Pengamat ekonomi Yanuar Rizky menilai, langkah BI "mengguyur" dolar ke pasar valas tidak akan menyelesaikan permasalahan yang menjadi penyebab melemahnya nilai tukar rupiah. Sebab, rupiah melemah lantaran kebijakan quantitative easing yang dilakukan oleh Amerika Serikat dan Jepang. | sumber: merdeka.com