RI-Korut Tingkatkan Kerja Sama di Segala Bidang

    24
    0


    Presiden Susilo Bambang Yudhoyono hari ini menggelar pertemuan bilateral dengan Presiden Presidium Majelis Rakyat Tinggi Korea Utara, Kim Yong-nam. Pertemuan di Istana Merdeka Jakarta ini mebahas soal kerja sama di bidang obat tradisional.

    "Intinya adalah meningkatkan komunikasi politik antara kedua negara. Namun, di luar kerja sama bidang politik juga ada tekad untuk meningkatkan hubungan di bidang ekonomi dan perdagangan," ujar Menteri Luar Negeri RI, Marty Natalegawa, 15 Mei 2012.

    Marty mengatakan, secara khusus, Presiden SBY menunjuk Menko Perekonomian, Menteri Perindustrian, dan Menteri Perdagangan, agar menindaklanjuti beberapa hal yang dibahas dalam pertemuan tersebut. Di luar bidang ekonomi dan perdagangan, menurut Marty, kedua pemimpin juga membahas dan menggarisbawahi pentingnya kerjasama di bidang budaya.

    "Presiden Kim Yong-nam merujuk pada kerja sama di bidang obat tradisional. Dan ini digaris bawahi oleh Presiden antarkedua negara bahwa kita bisa mengembangkan kerja sama di bidang obat tradisional ini," kata Marty.

    Kerja sama bidang olahraga juga akan diterapkan mengingat prestasi Korea Utara yang cukup baik di tingkat global. Presiden SBY menyatakan akan memberi instruksi kepada Menteri Pemuda dan Olahraga agar melakukan kerjasama yang lebih tinggi lagi di bidang keolahragaan.

    Non Blok

    Di samping masalah-masalah bilateral, Marty mennyebutkan, terdapat komitmen dari kedua pimpinan untuk meningkatkan saling dukung di forum-forum internasional. Merujuk laporan Menteri Luar Negeri, selama ini kedua negara, Indonesia-Korut telah memiliki kerjasama yang baik di tingkat global dan multilateral.

    "Di bidang internasional kedua pimpinan juga membahas masalah kerja sama dan sikap bersama di kerangka gerakan non blok. Korut menggarisbawahi apresiasinya atas peranan Indonesia selama ini dalam kerangka gerakan non blok dan terutama kemandirian indonesia dalam pelaksanaan politik luar negerinya selama ini," paparnya.

    Di samping itu, kedua pimpinan juga membahas masalah ASEAN dan Korut. Korut secara khusus menyampaikan apresiasi yang mendalam atas kepemimpinan Indonesia dalam kerangka ASEAN.

    SBY menyatakan, meskipun antara negara-negara ASEAN ada sistem politik yang berbeda, tetapi sesama anggota saling menghormati dan hal ini tidak menjadi hambatan adanya kerja sama yang erat antara sesama negara Asean.

    "Di samping itu, Presiden Korut memberikan informasi kepada Presiden tentang perkembangan dialog utara dan selatan, terutama dalam upaya untuk mencapai reunifikasi utara dan selatan," katanya.[]

    SUMBER: VIVANEWS