RAPI Aceh Diminta Jadi Andalan Masyarakat

    19
    0

    Gubernur Aceh dr H Zaini Abdullah meminta keluarga besar dan relawan Radio Antar Penduduk Indonesia (RAPI) terus melebarkan sayapnya hingga ke desa-desa agar komunikasi sosial dapat ditingkatkan ke seluruh pelosok Aceh. Gubernur juga berharap komunitas tersebut terus membangun harmonisasi yang baik dengan pemerintah dan masyarakat. 

    “Adalah tanggungjawab kita bersama untuk memperkuat basis relawan ini, sehingga kita dapat meningkatan kepedulian dalam penanganan kebencanaan di Aceh. Kami mendukung agar komunitas ini terus melebarkan sayapnya hingga ke desa-desa. Peran RAPI harus kita optimalkan sebab Aceh termasuk wilayah yang rawan bencana,” kata Sekda Aceh Dermawan membaca sambutan Gubernur Zaini Abdullah, saat membuka Apel Siaga Relawan Gabungan Peduli Bencana dalam rangka Jambore RAPI ke-2 Aceh, di Taman Seulawah Dara, Kecamatan Muara Tiga, Pidie, Sabtu pagi, 6 September 2014.

    Sekda Dermawan menyambut baik pelaksanaan apel siaga para relawan bencana yang dimotori keluarga besar RAPI Aceh ini. Menurutnya, relawan RAPI berperan penting dalam mendukung kerja-kerja pemerintah untuk situasi darurat, terutama di bidang sosialisasi dan penyelamatan dalam kondisi darurat.

    Salah satu kerja RAPI yang cukup fenomenal di Aceh, kata dia, adalah saat terjadinya gempa dan tsunami 10 tahun silam. Saat itu semua alat komunikasi mandek akibat hancur dihantam gempa hebat dan gelombang raya dengan kekuatan luar biasa. 

    “Dalam situasi yang serba darurat tersebut, anggota RAPI paling awal berperan menyebarkan informasi tentang Aceh ke berbagai wilayah di Indonesia. Tidak hanya itu, anggota RAPI juga aktif menggalang solidaritas massa untuk peduli terhadap korban bencana di daerah ini,” katanya.

    Tak heran, kata dia, aktivitas anggota RAPI Aceh semakin berkembang di berbagai daerah setelah tsunami berlalu. Citra positif organisasi ini terus menguat. Hampir di setiap kawasan bencana yang membutuhkan uluran tangan pekerja sosial, anggota RAPI selalu cepat bertindak. 

    “Kami sangat menghargai gerak cepat ini dan berharap aktivitas ini bisa lebih ditingkatkan lagi, sehingga RAPI Aceh senantiasa dapat menjadi andalan dalam menjaga keamanan dan ketenangan masyarakat kita,” katanya.

    Secara khusus, kata dia, Gubernur Zaini juga meminta RAPI berkonsultasi dan berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana di daerah masing-masing, untuk membentuk sekretariat atau Posko penanganan sosial yang selalu disiagakan penuh. 

    “Juga penguatan kapasitas, manajemen dan ketrampilan di antara anggota RAPI, agar siap bergerak cepat manakala terjadi hal-hal darurat yang membutuhkan penanganan khusus,” kata Zaini Abdullah.

    “Hindari komunikasi yang sifatnya tidak bermanfaat. Upayakan komunikasi yang efektif agar persaudaraan di antara anggota RAPI terjalin lebih baik dan komunitas ini semakin kompak,” katanya.

    Anggota RAPI Aceh juga diminta berperan menyebarkan informasi pembangunan ke masyarakat, termasuk memonitor kinerja pelayanan publik. Hal ini diperlukan sehingga RAPI dapat memberi sikap kritis terhadap situasi yang berkembang di masyarakat. 

    “Hilangkan kesan kalau RAPI hanya gabungan komunitas ‘brik-brik tanpa makna’, sebaliknya, komunitas ini benar-benar menjadi andalan masyarakat untuk penanganan masalah darurat,” katanya.[]