Pusat studi obat herbal Unsyiah kaji penawar penyakit baru yang alami

    23
    0

    KETUA Jurusan Kimia FMIPA Unsyiah, Prof. Dr.rer.nat. Rinaldi Idroes mengatakan pusat studi obat herbal nantinya akan mengkaji penawar-penawar penyakit baru yang alami atau herbal.

    “Hal tersebut akan membantu masyarakat di bidang kesehatan dan ilmu pengetahuan,” kata Rinaldi.

    “Semoga HMRC bisa menjadi  sebuah pusat studi yang mempu melakukan banyak hal yang berguna bagi semua orang,” ujarnya lagi.

    Sebelumnya diberitakan, Universitas Syiah Kuala kini memiliki pusat studi obat herbal. Program ini didukung penuh oleh salah satu industri farmasi ternama di Indonesia, yaitu PT. Indofarma.

    Kehadiran lembaga itu ditandai dengan penandatanganan kerjasama antara Pembantu Rektor IV Unsyiah dengan PT. Indofarma. Acara tersebut berlangsung di Gedung AAC Dayan Dawood, Jumat 13 September 2013.

    Head of Herbal and OTC PT. Indofarma, Fudoli Rustam yang juga menjadi pemateri dalam konferensi ini mengatakan kerja sama antara universitas dan industri sangat diperlukan.

    “Hal ini untuk mengakomodasi begitu banyak konsep dasar yang dikembangkan melalui penelitian di kampus dan kemudian diaplikasikan dalam skala industri oleh industri farmasi,” kata dia.[] (mrd)