Pusat Bisnis 8 Lantai Segera Hadir di Banda Aceh

    26
    0

    PEMERINTAH Kota (Pemko) Banda Aceh berencana membangun pusat bisnis berlantai delapan di lokasi Terminal Angkutan Penumpang Kota (APK) Keudah. Pusat bisnis yang nantinya dilengkapi mall, plaza dan hotel berbintang, dibangun dengan nilai investasi sebesar Rp 273 miliar lebih.

    Plh Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa’aduddin Djamal dalam konferensi pers di Balai Kota, Kamis (12/6) mengatakan, seluruh biaya pembangunan pusat bisnid yang diberi nama Banda Aceh Sentral Bisnis Madani tersebut, berasal dari investor. “Pemko hanya menyediakan lahan seluas 11 ribu meter persegi lebih, dan mempermudah proses perizinannya,” kata Illiza.

    Illiza menyebutkan, Pemko Banda Aceh merencanakan proyek ini sebagai pengembangan perkotaan terpadu dengan pola Kerja Sama Pemerintah Swasta (KPS). Disebutkannya, bangunan delapan lantai itu masing-masing digunakan untuk basement, terminal, mall dan plaza, serta tiga hotel paling atas dibangun hotel berbintang tiga.

    “Kita akan bangun pusat bisnis ini seperti di Malaysia dan Singapura. Terminal, penginapan atau hotel dan pusat ekonomi berada dalam satu kawasan. Insya Allah, kalau terwujud, Banda Aceh akan menjadi contoh bagi daerah di Indonesia lainnya,” ujar Illiza.

    Menurut Illiza, pusat bisnis tersebut akan memiliki potensi yang cukup besar karena berada di jantung atau di tengah-tengah kota. Lokasi ini dekat ke tempat-tempat ibadah dan pusat-pusat pasar seperti Pasar Atjeh dan Pasar Peunayong.

    Untuk meuwujudkan rencana ini, Pemko Banda Aceh akan melakukan pendekatan-pendekatan ke berbagai investor dan meyakinkan mereka bawah proyek itu mempunyai benefit yang besar. “Kita akan melakukan lelang proyek ini dalam pertemuan market sounding tanggal 19 Juni di Oasis Ameer Hotel di Jakarta,” kata Illiza. 

    Pembangunan pusat bisnis tersebut, tambah Illiza, juga satu paket dengan pembangunan jembatan dua tingkat yang langsung menghubungkan pusat bisnis ini ke kawasan Peunayong. Satu tingkat jembatan ini akan digunakan untuk pejalan kaki, dan dilengkapi dengan warung-warung seperti warung kopi dan lainnya.

    Selain itu, Pemko Banda Aceh juga akan menyiapkan transportasi air agar kawasan tersebut benar-benar menggeliat sehingga pergerakan ekonomi Banda Aceh semakin baik. “Untuk itu, kami membutuhkan dukungan semua pihak agar rencana ini terwujud,” imbuh Illiza.

    Illizamemperkirakan, sekitar 40 investor itu sudah didata untuk ikut pelelangan proyek dimaksud. Ia berharap, ada investor lokal yang ikut serta dalam proses pelelangan. Sebab, pihaknya masih membuka pendaftaran penawaran. “Dalam market sounding nanti, diharapkan pengusaha lokal, nasional dan internasional bisa hadir ke pelelangan ini,” imbuhnya.

    Kerja sama dalam proyek ini adalah bangun, guna dan serah. Artinya, pihak investor yang membangun gedungnya, lalu menggunakannya selama 30 tahun, dan setelah 30 tahun gedung tersebut akan menjadi milik Pemko Banda Aceh. 

    Ia menambahkan, dalam estimasi biaya senilai Rp 273 miliar itu, di dalamnya juga ada konstribusi Pemko Banda Aceh. “Kita juga punya bantuan dari pusat, yaitu dibantu oleh Asian Development Bank yang difasilitasi oleh Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas),” sebutnya. Di akhir konferensi pers itu, Illiza berharap, proyek tersebut nantinya bisa menciptakan lapangan kerja baru bagi masyarakat Kota Banda Aceh. | sumber: serambinews.com