Presiden Venezuela serukan demo menentang rencana serangan AS ke Suriah

    16
    0

    PRESIDEN Venezuela Nicolas Maduro menyerukan aksi unjuk rasa menentang rencana aksi militer Amerika Serikat di Suriah. Rakyat diminta ikut serta dalam demo yang akan digelar di luar gedung Kedubes Suriah di Caracas.

    Dalam aksi ini, warga akan berjalan dari pusat kota Caracas menunju ke gedung Kedubes Suriah yang ada di area Casiquiare Avenue, atau Caracas bagian timur.

    Nantinya, Duta Besar Suriah Ghasan Abbas akan menyampaikan pidato di hadapan para demonstran. Demikian seperti disampaikan oleh kantor berita Venezuela atau AVN dan dilansir New Straits Times, Jumat 30 Agustus 2013.

    Sedangkan Presiden Maduro sendiri, melalui pernyataan yang dikeluarkan Kementerian Luar Negeri Venezuela, menyatakan kecamannya terhadap rencana AS tersebut. Meskipun AS beralasan karena penggunaan senjata kimia oleh rezim pemerintah Suriah, namun Maduro menyebutnya hanya tudingan belaka.

    Serangan kimia pada 21 Agustus lalu di wilayah pinggiran Damaskus menewaskan ratusan orang, termasuk anggota kelompok pemberontak dan juga anak-anak. PBB telah mengirimkan timnya langsung ke lokasi untuk menyelidiki dugaan penggunaan senjata kimia oleh rezim Presiden Bashar al-Assad.

    "Sejauh ini pelakunya tidak diketahui," ucapnya. Bahkan menurut Maduro, pemerintah Suriah dituding oleh AS tanpa adanya bukti-bukti yang kuat dan sebelum adanya kesimpulan akhir dari tim inspeksi PBB.

    Maduro bahkan membandingkan kondisi Suriah saat ini seperti ketika AS menginvasi Irak dan juga Venezuela pada tahun 2002-2003 lalu. "Ini benar-benar ofensif," tandasnya.[] sumber : detik.com