Pon Pang: Semua Pasangan Calon Harus Siap Menerima Kekalahan

    16
    0

    LHOKSEUMAWE- Ketua DPRK Lhokseumawe Saifuddin Yunus alias Pon Pang mengingatkan semua pasangan calon walikota-wakil walikota harus siap menerima kekalahan. Ia menegaskan hal itu saat membuka rapat paripurna istimewa II masa persidangan I DPRK tahun 2012 dalam rangka penyampaian visi-misi dan program pasangan calon walikota-wakil walikota periode 2012-2017, di gedung dewan, Kamis, 22 Maret 2012.
     
    “Seluruh pasangan calon walikota-wakil walikota dalam pelaksanaan Pilkadasung nanti harus siap kalah atau menang. Meuphom (mengerti),” kata Pon Pang.
     
    Pon Pang juga menghimbau semua calon dan para pendukung calon supaya tidak melanggar kode etik yang telah ditetapkan Komisi Independen Pemilihan. Ia mengaku perlu menyatakan hal itu mengingat intensitas politik semakin hangat menjelang pesta demokrasi Pilkadasung yang akan dilaksanakan pada 9 April 2012.
     
    “Banyak tim sukses dari masing-masing kubu kadidat akan mencari pengaruh untuk dapat memenangkan kandidatnya,” kata Pon Pang yang terlihat lebih gemuk dari sebelum ditembusi peluru pada Kamis 8 Maret lalu.  
     
    Rapat paripurna tersebut dimulai sekitar pukul 09.50 WIB, molor hampir satu jam dari jadwal yang ditetapkan. Sebab pasangan calon nomor urut 10 dan nomor urut 11 terlambat hadir. Setelah pasangan calon nomor urut 11 hadir, pihak dewan, Muspida dan pasangan calon lain masih menunggu kedatangan calon walikota nomor urut 10.
     
    “Nyang hana troh peu ta tinggai, rapat ta mulai laju. Nyang hana troh peu tapreh, calon pemimpin beu-o (yang tidak datang apa kita tinggalkan, rapat kita mulai terus. Yang tidak datang untuk apa ditunggu, calon pemimpin malas),” kata Pon Pang melalui pengeras suara.
     
    Lalu, Pon Pang menanyakan kepada calon wakil walikota nomor urut 10 di mana pasangannya dan mengapa belum datang. Tak lama, calon walikota yang dimaksud pun masuk ke ruang rapat paripurna.
     
    Sebelum Pon Pang membuka rapat, Wakil Ketua DPRK Azhari Nurdin mengumumkan agar penyampaian visi-misi masing- masing pasangan calon paling lama 15 menit. “Satu menit lewat waktu, langsung saya ketuk palu,” kata Pon Pang menyambung penjelasan Azhari.  
     
    Setelah itu, Pon Pang membuka rapat. Ia mengingatkan para anggota DPRK tidak menginterupsi saat pasangan calon menyampaikan visi-misi. “Mengerti,” kata Pon Pang yang disambut tawa tamu undangan.
     
    Terbatasnya tempat duduk dalam ruangan rapat paripurna DPRK membuat sebagian tamu undangan, termasuk timses, para geuchik dan kalangan lainnya harus duduk di luar dan berdiri di tangga gedung tiga lantai itu. Mereka menonton acara melalui layar kaca yang telah disediakan pihak sekretariat dewan.[]