Politisi PDIP: Boleh Tolak Lady Gaga, Asal…

    29
    0

    JAKARTA – Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Ahmad Basarah meminta Kepolisian RI tidak diskrimatif dalam melarang aksi vulgar. Ketegasan jangan hanya atas konser Lady Gaga.

    "Polri juga harus berani bersikap tegas terhadap upaya kelompok lain yang juga ingin mempertontonkan secara vulgar budaya Timur Tengah yang ingin menegakan hukum Islam dengan cara yang tidak sesuai dengan Pancasila," kata Ahmad Basarah melalui pesan Blackberry, Selasa 15 Mei 2012.

    Menurut dia, PDIP secara prinsip setuju dengan sikap Polda Metro yang melarang konser Lady Gaga. Adanya larangan ini menunjukkan masyarakat mulai selektif terhadap intervensi budaya asing yang masuk ke Indonesia. Apalagi, kata Basarah, bangsa ini tengah menghadapi krisis jati diri keindonesiaannya.

    Menurutnya sikap Polda Metro menolak memberi izin panitia konser Lady Gaga yang akan mempertontonkan kebebasan berekspresi ala barat menurutnya patut diapresiasi. "Karena memang ekspresi panggung Lady Gaga dapat dinilai vulgar."

    Namun, ada catatan buat Polri. Ketegasan itu juga berlaku terhadap semua kelompok. Kalau pertunjukan yang disebut-sebut sebagai manifestasi ideologi liberalisme-kapitalisme seperti konser Lady Gaga berani mereka larang. "Maka unjuk rasa yang memaksakan ideologi yang diimpor dari Timur Tengah tanpa filter kearifan lokal budaya bangsa juga harus disikapi tegas."

    Basarah mencontohkan pelarangan dan pembubaran diskusi buku karangan Irshad Manji di Salihara yang menjadi bentuk pemaksaan kehendak sekelompok orang. Ironisnya, polisi tidak berbuat banyak terhadap aksi itu. IRA GUSLINA SUFA | TEMPO