Polisi Surati PT PIM dan Panggil Beberapa Dinas Terkait

LHOKSEUMAWE – Setelah menetapkan Suamrdi alias Rolan, 42 tahun, warga Desa Bangka Jaya, Kecamatan Dewantara, Kabupaten Aceh Utara sebagai tersangka kasus penggelapan 250 ton pupuk bersubsidi, Polres Lhokseumawe melalui jajaran Reserse Kriminal kini terus melakukan pengembangan terhadap kasus ini dengan memeriksa sejumlah saksi.

Jumlah saksi yang diperiksa hingga saat ini sudah delapan orang, tujuh diantaranya supir truck dan seorang lagi pemilik kapal boat kayu. Saat ini pihak kepolisian juga sudah menyurati PT PIM, Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Dinas Pertanian Tanaman Pangan Aceh Utara guna menjadi tim ahli yang akan memeriksa jenis pupuk tersebut.

Kasat Reskrim Polres Lhokseumawe, AKP Supriadi, menegaskan jika pemanggilan pihak dinas dan perusahaan tersebut sebagai upaya untuk menguak kasus tersebut hingga tuntas.

“Kita panggil mereka sebagai tim ahli yang akan memeriksa jenis pupuk tersebut untuk proses pengembangan,” ujar Supriadi, Jumat, 27 Juli 2012.

Jika hasil pemeriksaan mengungkap bahwa pupuk tersebut memang benar produksi PT PIM seperti yang diduga sebelumnya, maka tidak tertutup kemungkinan pengembangan kasus ini akan terarah kepada penggelapan yang terencana. Untuk itu, kata AKP Supriadi, pihaknya akan terus memburu pelaku besar lainnya di balik kasus penggelapan pupuk tersebut.

“Kita akan mengembangkan kasus ini, kita cari pelaku yang lebih besar lagi di balik semua kasus tersebut,” kata Supriadi.

Sementara itu, setelah dilakukan pemeriksaan lanjutan terhadap pupuk tersebut, dua dari sepuluh truck yang tertangkap pada Rabu 18 Juli 2012 dinyatakan tidak bersalah. Kini truck- trucktersebut  sudah dibebaskan dan telah mengirimkan pupuk tersebut ke gudang distributor PT PIM yang berada di Kabupaten Pidie dan Kabupaten Aceh Besar. Masing-masing truck bermuatan 25 ton pupuk.[]

Leave a Reply