Polisi Sita Ratusan Peluru di Rumah Mayor?

LHOKSEUMAWE – Puluhan personil tim khusus Mabes Polri dan Polda Aceh dilaporkan menyita ratusan peluru di rumah Kamaruddin alias Mayor di Desa Kilometer Delapan, Simpang Kramat, Aceh Utara, Selasa, 13 Maret 2012. Diperkirakan, temuan amunisi senjata api itu hasil pengembangan dari tiga warga yang ditangkap di Aceh Besar dan tiga lainnya di Aceh Utara, Sabtu dinihari, 10 Maret lalu.

Informasi diperoleh The Atjeh Post dari warga Desa Kilometer Delapan, Simpang Kramat, sedikitnya delapan mobil mendatangi sebuah rumah di kawasan perkebunan karet di pedalaman desa itu, Selasa sekitar pukul 10.00. Menurut warga setempat, rumah permanen tipe 36 itu milik Kamaruddin, lebih dikenal dengan panggilan Mayor.

“Rumah itu dibangun dengan dana bantuan BRA (Badan Reintegrasi Aceh), tapi sejak lebih setahun lalu, si Mayor tidak lagi menempati rumah itu, karena sudah pindah tempat tinggal ke Kuta Makmur (Aceh Utara). Dia hanya sesekali pulang ke sana untuk sekedar melihat-lihat,” kata satu sumber dari Desa Kilometer Delapan.

Menurut dia, tidak lama setelah tiba di rumah itu, pasukan polisi yang diperkirakan dari tim khusus Mabes Polri dan Polda Aceh, memanggil Geuchik Desa Kilometer Delapan, Munirwadi untuk melihat barang bukti yang disita. “Sepulang dari rumah itu, Pak Geuchik bilang, polisi menemukan aneuk bude si are (peluru sebambu), mungkin jumlahnya ratusan. Polisi memperlihatkan temuan itu pada Pak Geuchik,” katanya.

Warga setempat memperkirakan temuan peluru itu hasil pengembangan pemeriksaan yang dilakukan polisi terhadap tiga warga yang tertangkap tangan membawa bom rakitan di Aceh Besar dan tiga warga lainnya yang ditangkap di rumahnya di Aceh Utara, Sabtu dinihari lalu. Sebab, kata sumber ini, sesuai keterangan Kapolda Aceh yang dilansir sejumlah media, dari tiga warga yang ditangkap di Aceh Besar, salah satunya berinisial KM.

“Perkirakaan kita, KM itu adalah Kamaruddin alias si Mayor. Ini dikuatkan dengan temuan peluru di rumah si Mayor,” kata sumber yang minta namanya dirahasiakan.

Sejauh ini The Atjeh Post belum berhasil memperoleh konfirmasi dari pihak kepolisian terkait temuan peluru dalam jumlah banyak di salah satu rumah, di Desa Kilometer Delapan, Simpang Kramat, Aceh Utara.[]

Leave a Reply