Polisi Diminta Tindak Tegas Pengedar Obat Palsu di Aceh

    23
    0

    Ketua Komisi Advokasi Kesehatan Masyarakat Aceh (KaKesmas) Mirza Putra Samalanga, SKM, menilai peredaran obat palsu di Aceh kian mengkhawatirkan. 

    Bahkan, dua rumah sakit daerah di Aceh, seperti Rumah Sakit Simeulue dan Aceh Singkil diduga memasok obat palsu. 
    Mirza Putra menegaskan, Kedua Direktur RSUD tersebut harus diberi sanksi atas kelalaian yang mengakibatkan fatal terhadap masyarakat. Selain itu juga merugikan keuangan dari masing masing daerah tersebut.

    “Kami sangat mengapresiasi keberanian Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BB-POM) Aceh atas  keberhasilan mengungkap kasus ini. Yang perlu kita kawal bersama kasus ini hendaknya jangan berhenti di tengah jalan,” ujar Mirza. 

    “Pihak berwajib harus segera memprosesnya sehingga terungkap siapa yang bermain dalam jaringan pemalsuan obat ini kemudian sampai ke RSUD,” kata Mirza, Jumat 31 Oktober 2014.

    Mirza mengatakan peredaran obat palsu sangat membahayakan keselamatan masyarakat dan melanggar UU Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan maupun Kepmenkes Nomor 1197/Menkes/SK/X/2004 tentang Standar Pelayanan Farmasi di Rumah Sakit. 

    Peran masyarakat dinilai sangat penting untuk dapat melakukan pengawasan terhadap peredaran obat dan makanan illegal.

    "Kita harus tingkatkan dari kedua belah pihak, dari pihak BPOM sebagai pengawasan dan dari pihak masyarakat yang juga penting. Jadi 'demand' (permintaan) juga harus diturunkan (untuk obat dan makanan ilegal). Masyarakat harus sadar betul kalau dia ditipu," kata Mirza.[]