Perdana menteri Jepang takut tinggal di rumah dinas sebab angker

    21
    0

    PEMERINTAH Jepang hari ini menepis kabar yang beredar dalam beberapa bulan belakangan ini menyebut Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe enggan pindah ke rumah dinasnya lantaran takut karena rumah itu berhantu.

    Situs asiaone.com melaporkan, Jumat (24/5), menurut laporan media setempat, pemimpin konservatif itu menduduki jabatan perdana menteri sejak Desember tahun lalu, namun dia belum pindah ke rumah dengan sebelas kamar terletak di sebelah utara Ibu Kota Tokyo itu. Bertahannya Shinzo tidak pindah ke rumah dinasnya merupakan waktu paling lama jika dibandingkan dengan para pendahulunya.

    Beberapa perdana menteri sebelumnya dilaporkan juga pernah mengalami fenomena tidak biasa di rumah yang menjadi saksi dua upaya kudeta berdarah yang gagal pada 1930-an.

    Mantan Perdana Menteri Junichiro Koizumi pernah mengatakan kepada wartawan dirinya tidak pernah bertemu hantu, meskipun sangat ingin melihatnya.

    Beberapa ibu negara juga menolak tinggal di rumah itu lantaran takut ada arwah gentayangan.

    "Ada rumor bahwa rumah dinas itu berhantu. Apakah benar? Apakah Perdana Menteri Abe menolak pindah ke rumah dinas itu sebab rumor itu?," ujar anggota parlemen dari partai oposisi menanyakan masalah itu dalam sebuah surat ditujukan ke kabinet Abe.

    Dia mengatakan keengganan Abe untuk pindah itu bisa memperlambat responnya terhadap isu-isu darurat sebab rumah dinas itu bersebelahan dengan kantor perdana menteri.

    Pada Mei 1932, sebuah pemberontakan dilakukan para pejabat angkatan laut berakhir dengan pembunuhan mantan Perdana Menteri Tsuyoshi Inukai dan anggota komplotan itu menyerahkan diri ke polisi militer.

    Beberapa tahun kemudian pada 1936, sekitar 1.400 tentara pemberontak membunuh beberapa pemimpin politik dan menduduki jantung pemerintahan Tokyo, termasuk rumah dinas itu selama empat hari. | sumber: merdeka.com