Pengguna LinkedIn Indonesia Tembus Satu Juta Orang

TIDAK ada yang memungkiri bahwa saat ini merupakan eranya sosial media. Selain jejaring sosial umum seperti Facebook atau Google+, jejaring sosial dengan tujuan yang lebih spesifik seperti LinkedIn pun tumbuh dengan pesat. LinkedIn adalah jejaring sosial yang khusus menghubungkan kalangan profesional dan digunakan untuk menjalin relasi, mengelola identitas profesional, hingga tempat untuk menemukan SDM yand dapat mengisi posisi di suatu perusahaan.

Saat ini, jumlah anggota LinkedIn dari Indonesia telah menembus angka satu juta pengguna. Adapun di tingkat global, pengguna jejaring ini berjumlah 150 juta orang. Artinya, tidak seperti Facebook, jumlah anggota LinkedIn dari Indonesia masih menjadi minoritas, dengan kontribusi pengguna kurang dari satu persen.

Meski begitu, LinkedIn memandang bahwa Indonesia memiliki potensi yang sangat besar untuk terus berkembang. "Mencapai satu juta anggota dua bulan setelah peluncuran situs dalam Bahasa Indonesia adalah prestasi yang penting, yang menunjukkan bahwa profesional di Indonesia tertarik untuk membangun citra profesional secara online di LinkedIn,” ujar Clifford Rosenberg, Managing Director LinkedIn Australia, Selandia Baru dan Asia Tenggara, dalam keterangan tertulisnya, Selasa, 21 Februari 2012.

Pada Desember 2011, LinkedIn memang baru meluncurkan fitur LinkedIn berbahasa Indonesia. Setelah meluncurkan situs berbahasa lokal, LinkedIn menyebut jumlah grup berbahasa Indonesia dalam jejaring ini telah bertambah dua kali lipat menjadi lebih dari 700 grup. Adapun jenis perusahaan dengan pertumbuhan jumlah anggota tercepat berasal dari industri minyak dan energi, telekomunikasi, serta teknologi informasi dan jasa.

Selain mengabarkan tentang pertumbuhan di Indonesia, LinkedIn menyebutkan beberapa fakta unik mengenai pengguna jejaring ini asal Indonesia. Yang pertama, tiga perusahaan dengan jumlah anggota LinkedIn terbanyak, yaitu Ayatama Energi Trisco Nusantara, Bank Internasional Indonesia, serta Telkomsel. Kedua, nama belakang yang paling banyak digunakan oleh anggota LinkedIn Indonesia adalah Setiawan, Kurniawan, dan Gunawan. | sumber: tempo.co

Leave a Reply